OPINI: “Melanjutkan Bisnis Hulu Migas Nasional”

Oleh: Salis S. Aprilian *)

Peraturan Menteri Energi dan Sumberdaya Mineral (Permen ESDM) No. 15 tahun 2015 tentang Pengelolaan Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi Yang Akan Berakhir Masa Kontrak Kerja Samanya telah mengatur tentang kelanjutan operasi minyak dan gas bumi (migas) setelah wilayah kerja para kontraktor kontrak kerja sama (KKKS) habis masa kontraknya dengan pemerintah Indonesia.

Dalam Pasal 2 dinyatakan bahwa pengalihan pengelolaan itu dapat diserahkan langsung kepada PT Pertamina (Persero), diberikan perpanjangan kontrak kerja sama oleh Kontraktor, atau pengelolaan secara bersama antara Pertamina dan Kontraktor.

Di sinilah lalu muncul upaya untuk melakukan negosiasi agar kontraktor lama masih dapat diberi kesempatan melanjutkan operasi dan bisnisnya di wilayah kerja yang berakhir masa kontraknya tersebut.

Apa sebetulnya yang menarik di dalam bisnis hulu migas ini, sehingga kita harus memperjuangkan agar wilayah kerja yang berakhir masa kontraknya ini terlebih dulu ditawarkan kepada Pertamina, sebagai perusahaan negara, untuk melanjutkan pengelolaannya ?

Pertama, operasi hulu migas adalah ladang pertaruhan investasi dan pendapatan yang penuh risiko tetapi dapat menghasilkan gain yang luar biasa berlipat. Dan, untuk wilayah kerja yang sudah berproduksi akan memiliki tingkat risiko yang lebih rendah dengan pendapatan (gain) yang lebih pasti, jika dibandingkan dengan wilayah kerja eksplorasi.

Artinya, minyak dan gas sudah jelas ada di wilayah itu. Tinggal bagaimana kontraktor dapat memproduksikannya dengan efektif dan efisien sehingga mendatangkan keuntungan yang maksimal.

Dengan perkembangan pengetahuan, teknologi dan inovasi di bidang perminyakan yang tidak kunjung berhenti, akan selalu ada peluang untuk meraih sukses dan keuntungan dari keberadaan migas yang terpendam di bawah bumi sana meski sudah lama diproduksikan.

Dinamika “gain or loss” yang selalu menyertai operasi untuk menggali keberadaan migas yang tak tampak oleh mata malah menjadikannya bisnis ini selalu menarik bagi investor.

Kedua, migas bukan lagi sebagai komoditi (barang dagangan) saja, tetapi sudah merupakan barang penggerak ekonomi dan pembangunan, bahkan memiliki nalai strategis pertahanan negara.

Dengan serangkaian kegiatan yang terlibat pada sektor hulu migas, beberapa kegiatan lain akan terciptrat keuntungannya. Inilah yang disebut dengan “multiplier effects” bisnis hulu migas yang sangat signifikan magnitude-nya, dan berlangsung dalam waktu yang relatif lama jika dibandingkan bisnis lainnya.

Ketiga, jika tata kelola kegiatan hulu migas berjalan baik, maka kebutuhan terhadap energi fosil yang banyak menfaatnya bagi hajat hidup orang banyak ini dapat terpenuhi dalam jangka waktu yang lama.

Kemandirian bidang energi menjadi sangat penting untuk memperkuat posisi negara di tengah meningkatnya kebutuhan energi dunia masa kini dan di masa depan dengan sumberdaya yang makin menipis.

Perlu Keberpihakan

Ketiga faktor itulah yang harus dilihat manakala kebijakan melanjutkan operasi hulu migas di Indonesia diterapkan. Permen ESDM di atas telah cukup mengatur peralihan pengelolaan (operatorship) dari pemegang kontrak yang lama kepada pemegang kontrak yang baru.

Namun lagi-lagi kehadiran dan keberpihakan pemerintah diperlukan ketika Pertamina, sesuai Permen ESDM tersebut, sebagai perusahaan negara, menerima mandat untuk melanjutkan operasi (sebagai Kontraktor baru) pada suatu wilayah kerja yang berakhir kontraknya.

Jangan sampai terjadi masalah pada penyerahan data dan informasi, pengalihan tenaga kerja, kelanjutan kontrak-kontrak dengan para vendor, kelanjutan proyek-proyek yang sedang berjalan, pelaksanaan program K3LL (keselamatan dan kesehatan kerja dan lindung lingkungan), dan lain-lain.

Jika Permen ESDM ini dijalankan dengan keberpihakan pada perusahaan negara, sudah barang tentu Pertamina akan memiliki asset yang semakin besar nilai (vualuasi)nya. Deviden bagi negara pun semakin besar.

Dalam hitungan di atas kertas, banyak hal yang harus diselesaikan dalam sepuluh tahun mendatang, pada saat beberapa KKKS mengakhiri masa kontraknya dengan Pemerintah Indonesia.

Maka, baik Pertamina maupun Pemerinah seharusnya sudah membuat langkah strategis dan tindak lanjut yang efektif agar pengalih-kelolaan ini dapat berjalan sukses.

Tindak Lanjut

Hal yang harus dilakukan pertama kali adalah langkah prioritasi. Beberapa wilayah kerja Pertamina yang yang tersebar di berbagai wilayah dengan ribuan sumur yang sudah di bor sejak jaman Belanda perlu dikaji ulang.

Wilayah kerja mana yang masih menjanjikan menyimpan cadangan migas harus segera diidentifikasikan.

Dengan demikian, besarnya asset plus potensinya serta risiko yang ada dapat dipetakan dengan lebih seksama.

Langkah selanjutnya adalah melakukan kerjasama dengan Pemerintah Daerah dan Perusahaan Swasta Nasional untuk dapat mengelola asset yang begitu besar dengan lebih efektif dan efisien. Program Kerjasama Operasi (KSO) yang selama ini dijalankan Pertamina dapat diteruskan dengan pengendalian yang lebih baik.

Pemangkasan birokrasi mesti dilakukan. Desentralisasi sistem pengelolaan (decentralization management) dengan transparan segera diterapkan. Pemberdayaan orang-orang setempat (yang bertempat tinggal di sekitar daerah operasi) lebih dilibatkan.

Melalui in-house training dan coaching Pertamina, perusahaan daerah dapat meningkatkan kapasitas dan kinerjanya. Pekerja Pertamina dapat mewariskan pengalaman dan pengetahuan pada generasi muda di daerah.

Dengan demikian tidak ada kegamangan Perusahaan Nasional untuk dapat dengan cepat mengalihkan pengelolaan assetnya ke Perusahaan Daerah dan Swasta Nasional yang terseleksi dengan baik melalui KSO atau dalam bentuk lain di bawah kontrol Kementrian ESDM, BUMN, dan Keuangan.

Jika kerjasama dan alih kelola itu terjadi dengan baik, maka Pertamina, sebagai Perusahaan Nasional, dapat lebih difokuskan untuk menangani wilayah kerja yang besar peninggalan KKKS multinasional dan mengelola asset yang kian tumbuh di luar negeri.

Dengan jumlah lulusan perguruan tinggi yang sudah demikian banyak sekarang ini, dan teknologi yang mudah didapatkan di pasaran, serta dukungan finansial di pasar modal maupun dari beberapa perusahaan keuangan yang terus tumbuh dan transparan, maka bukan tidak mungkin desentralisasi pengelolalaan asset sektor hulu migas ini akan cepat mendorong kenaikan produksi migas nasional dengan ongkos produksi yang lebih efisien.

Aset-aset besar peninggalan KKKS multinasional dalam sepuluh tahun ke depan pun akan dapat dikelola dengan baik oleh Pertamina selaku pengemban utama amanat dari Permen ESDM No 15/2015 tersebut.

Kegiatan eksplorasi dan eksploitasi migas di luar negeri dapat ditingkatkan dengan upaya dapat membawa hasil produksi migas dari negara-negara tersebut ke kilang-kilang kita, atau pabrik petrokimia dalam negeri, yang membutuhkan bahan baku (feed stock) untuk jangka panjang.

Yang dibutuhkan adalah penyatuan kegiatan hulu dan hilir dalam berinvestasi di suatu negara agar diperoleh hasil yang maksimal.

Pemerintah pun harus mendorong institusi dan/atau perusahaan yang terkait dengan kegiatan Pertamina di luar negeri, seperti bank nasional, perusahaan konstruksi nasional, telekomunikasi, petrokimia, dan lain-lain.

Inilah impian “Indonesia incorporated” untuk berlaga di dunia internasional yang telah lama digaungkan namun belum juga dapat direalisasikan. Semoga dengan mengambil momentum yang baik dari peralihan pengelolaan bisnis hulu migas ini impian tersebut akan segera terwujud. (***)

.

Advertisements

INSPIRASI: “SEBELUM PELUIT BERBUNYI”

Oleh: Ary Ginanjar

NetizenPosts, Jakarta, 23/1/2017; 17.31 WIB ;

Menjelang liga kompetisi, di pinggir lapangan rumput yg hijau ada seorang pemain berkata, ” yang penting kita ini harus ikhlas kepada takdir, dan tawakkal saja pada hasil, karena semua sudah ada suratannya, jadi kita santai saja”.

Pemain ini tidak mau bicara strategi, tidak mau berlari-lari mengejar bola. Ia lebih banyak menunggu bola, lalu berkata ” saya tunggu takdir kapan bola akan mampir ke kakiku”.

Lalu tiba-tiba peluit berbunyi dan kita teringgal 11-0….barulah kita sadar bahwa kita kalah…

Coba lihatlah di sekitar kita. Beginilah kebanyakan yang terjadi, ” kalah sebelum bertanding, pasrah sebelum bertarung”. Akibatnya kita kalah di mana-mana. Kalah di semua sektor. Kalah di segala sisi. Khususnya kalah di sisi ekonomi…. kalah di dunia yang penuh persaingan.
Kalah dalam “fastabiqul khoirot”.

Sekarang seolah kita baru tersadar…kita baru terbangun dari tidur.., tapi semua sudah dimiliki dan sudah dikuasai orang lain. Kita hanya mayoritas dari sisi jumlah. Tapi minoritas dari sisi politik dan ekonomi. Kata Nabi ” lemah seperti buih di samudra “.
Ibarat dalam sebuah pertandingan sepak bola, kita baru sadar dan terbangun bahwa kita telah kebobolan 11- 0 ….!!!

Kalau kita ingin merubah nasib kita harus merubah cara. Karena kalau masih terus melakukan hal yg sama tidak mungkin kita menghasilkan hasil yg berbeda.

Coba lihat Siti Hajar….ia berlari-lari dan berlari seraya berusaha. Bukan diam, diam dan diam seraya berpasrah.
Bukan juga berlari sekali lalu berhenti…, tapi harus tujuh kali tiada henti ! Ingat Shafa-Marwah itu syiar Allah.

Jangan lupa juga bahwa iman pada takdir terletak di no 6 dalam urutan rukun iman, bukan di nomor satu.

Kita mesti berubah. Dan perubahan yg utama bukan karena kesempatan dan peluang usaha, serta adanya sarana dan prasarana, tapi PERUBAHAN PADA JIWA MANUSIA. Karena Allah telah menggariskan ini, bahwa, ” tidak berubah nasib suatu kaum sebelum mereka merubah jiwa “.

Sisa waktu pertandingan sepak bola masih ada.., dan peluit belum dibunyikan… Masih ada sisa waktu meskipun tinggal sedikit saja….

Dengar kata muazin “Ayo meraih kemenangan”,
bukan menunggu nasib sampai dikalahkan.
Hayya alassholah !
Hayya alal fallah !

Rawe-rawe rantas malang-malang putung !
Rambate rata hayo !
Ary Ginanjar


(: NP-001-01-2017)

12 Falsafah hidup Jawa untuk Membangun Kedamaian Hidup

 

NetizenPosts, Jakarta, 13/1/2017, 8.58 WIB ;

 

Seorang Netizen mengirimkan petuah lama yang tumbuh di masyarakat Jawa.
Semoga mengingatkan kita…

[1] URIP IKU URUP
[Hidup itu nyala, hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita]

[2] MEMAYU HAYUNING BAWONO, AMBRASTA DUR HANGKORO
[Harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak]

[3] SURA DIRA JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI
[Segala sifat keras hati, picik, angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar]

[4] NGLURUK TANPO BOLO, MENANG TANPA NGASORAKE, SEKTI TANPA AJI-AJI, SUGIH TANPA BONDHO
[Berjuang tanpa perlu membawa massa, Menang tanpa merendahkan/ mempermalukan, Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan/kekuatan/kekayaan/ keturunan, Kaya tanpa didasari hal2 yg bersifat materi]

[5] DATAN SERIK LAMUN KETAMAN, DATAN SUSAH LAMUN KELANGAN
[Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri, Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu]

[6] OJO GUMUNAN, OJO GETUNAN, OJO KAGETAN, OJO ALEMAN
[Jangan mudah terheran-heran, Jangan mudah menyesal, Jangan mudah terkejut dgn sesuatu, Jangan kolokan atau manja]

[7] OJO KETUNGKUL MARANG KALUNGGUHAN, KADONYAN LAN KEMAREMAN
[Janganlah terobsesi atau terkungkung dengan kedudukan, materi dan kepuasan duniawi]

[8] OJO KUMINTER MUNDAK KEBLINGER, AJA CIDRA MUNDAK CILAKA
[Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka]

[9] OJO MILIK BARANG KANG MELOK, AJA MANGRO MUNDAK KENDHO
[Jangan tergiur oleh hal2 yg tampak mewah, cantik, indah dan jangan berfikir gamang/plin-plan agar tidak kendor niat dan kendor semangat]

[10] OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNO
[Jangan sok kuasa, sok besar/kaya, sok sakti].

[11] ALANG ALANG DUDU ALING ALING , MARGINING KAUTAMAN.
[Persoalan persoalan dlm kehidupan bukan penghambat , jalannya kesempurnaan].

[12] SOPO WERUH ING PANUJU sasat SUGIH PAGER WESI.
( Dalam kehidupan siapa yg punya cita2 luhur, jalannya seakan tertuntun….).

Semoga Bermanfaat.


 

(: NP-01-001/2017)

Objek Wisata Baru di Bedugul: “Secret Garden Village”

 

NetizenPosts, Jakarta, 10/1/2017, 19.52 WIB ;

Jika anda menginginkan suasana yang berbeda di surga witasa Pulau Bali, coba kunjungi “SECRET GARDEN VILLAGE” di Bedugul, Bali.

Tempatnya sangat eksotik, dikelilingi tumbuhan hijau yang tertanam rapi layaknya kebun rahasia di alam dewata.

Selain arsitekturnya yang menarik dan udaranya yang sejuk seakan kita berada di kota lain, bukan di Indonesia. Kita disuguhi “secangkir” kopi yang tergeletak di jalan masuk bangunan yang unik.


 

1484053576953

Secangkir Kopi di Pintu Gerbang


 

Di dalam bangunan terdapat barang-barang dapur yang tertata rapi. Lukisan grafis yang menyolok di dinding dan hiasan sabun dan lilin yang tersimpan rapi di lemari kaca begitu serasi.


1484053637011

20170110_201749

Pojok Photo Booth yang unik


 

Ada juga pojok area yang digunakan sebagai photo booth dengan disediakan pakaian khas pekerja restauran seolah kita akan melayani tamu cafe yang datang.


1484053653313

Anda dijamin tidak akan bosan berkeliling di kebun yang penuh rahasia dan banyak kejutan yang hanya ada di sini.


 

(: NP-01-001/2017)

Wamen ESDM Arcandra: Pentingnya Pengembangan Panasbumi

NetizenPosts, Jakarta, 10/1/2017, 12.35 WIB ;

Wakil Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM), Arcandra Tahar didampingi tenaga ahli Kementerian ESDM, Dirjen Energi Baru, Terbarukan dan Konservasi Energi (EBTKE), Rida Mulyana, serta Direktur Panas Bumi, melakukan kunjungan ke area panas bumi Kamojang pada hari Sabtu (07/01), di Kecamatan Ibun, Kabupaten Bandung, Provinsi Jawa Barat. Dalam kunjungan ke area panas bumi yang pertama kali dikembangkan di Indonesia tersebut, Arcandra disambut oleh Direktur Operasional PT Pertamina Geothermal Energy (PGE), Ali Mudakir.


images-6

Arcandra Tahar, Wakil Menteri ESDM RI

 

20170110_193806

Rida Mulyana, Direktur Jendral EBTKE


 

Pada kesempatan tersebut, Arcandra menyoroti konsumsi listrik di Indonesia yang masih tergolong rendah, yaitu sekitar 900 kWh per kapita. Padahal, konsumsi listrik per kapita merupakan salah satu indikator yang menunjukkan produktivitas. Suatu negara dapat dikatakan sebagai negara maju apabila konsumsi listrik mencapai sekitar 4.000 kWh per kapita.

Usaha peningkatan konsumsi listrik ini tentunya perlu didukung dengan suplai yang memadai. Arcandra menyatakan, melihat kondisi penurunan cadangan energi yang bersumber dari bahan bakar fosil, pengembangan energi terbarukan bukan lagi menjadi suatu alternatif, melainkan sebuah keharusan.

Sesuai dengan Kebijakan Energi Nasional (KEN), untuk mencapai target bauran energi terbarukan tahun 2025 sebesar 23%, Arcandra menyampaikan akan mendorong pengembangan semua potensi energi terbarukan di Indonesia. “Namun, dalam pengembangan energi terbarukan, setiap negara melihat apa yang dinamakan kearifan lokal,” tutur Arcandra.

Arcandra mencontohkan, negara di Eropa Barat seperti Denmark dan Belanda yang memiliki potensi energi angin yang besar, memfokuskan pengembangan energi terbarukan pada Pembangkit Listrik Tenaga Bayu (PLTB), sedangkan Jepang berfokus pada pengembangan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir (PLTN).

“Bagaimana dengan renewable energy di Indonesia?” lanjut Arcandra. “Panas Bumi adalah kearifan lokal kita. Karena tidak semua negara punya panas bumi. Karena itu pengembangan potensi panas bumi perlu kita dorong secepatnya,” tutupnya.

Pada kunjungan ini, selain mengunjungi area operasi dan pembangkitan PLTP Kamojang Unit IV dan V, Arcandra menyempatkan berkunjung ke beberapa lokasi antara lain fasilitas produksi sumur Kamojang 51 dan 56, Geothermal Information Center (GIC) yang merupakan sarana edukasi panas bumi bagi masyarakat dan pengunjung PLTP Kamojang, Pusat Konservasi Elang yang merupakan Corporate Social Responsibility (CSR) dari PGE, manifestasi panas bumi kawah Kamojang, serta sumur eksplorasi Kamojang 3 yang dibor pada tahun 1924 oleh pemerintahan kolonial Belanda dan hingga saat ini masih terus mengeluarkan uap panas bumi.

Sejak dilakukan pengeboran pertama pada tahun 1924, pengembangan area Kamojang sempat terhenti. Pengembangan baru dilanjutkan oleh Pemerintah Indonesia pada tahun 1971 hingga 1979 yang berhasil mengembangkan pilot project berupa monoblok berkapasitas 0,25 MW yang merupakan PLTP pertama di Indonesia. Pengembangan area Kamojang terus dilakukan hingga saat ini dengan pengembangan PLTP Kamojang Unit I s.d. V yang mencapai kapasitas 235 MW.

Selain mengembangkan area Kamojang, PGE telah aktif mengembangkan panas bumi di Indonesia melalui pengembangan beberapa PLTP di Indonesia antara lain PLTP Lahendong Unit I s.d. VI yang telah memproduksi listrik 120 MW, PLTP Ulubelu Unit I s.d. III yang memproduksi 165 MW dan PLTP Sibayak yang memproduksi 12 MW, sehingga total pengembangan panas bumi oleh PGE saat ini mencapai 532 MW. Untuk kedepannya, PGE menargetkan untuk mencapai kapasitas pengembangan sebesar 2742 MW pada tahun 2030.(***)


(: Ben Gentolet, NP-01-002/2017)

Pemerintah Lakukan Reformasi Subsidi Listrik Tepat Sasaran

NetizenPosts, Jakarta, 6 /1/2017, 22.05 WIB

Pemerintah melakukan reformasi dalam sistem subsidi listrik, sehingga subsidi listrik yang ditanggung oleh negara melalui APBN, dapat dijalankan secara tepat sasaran. Selama ini, subsidi listrik diberikan oleh PLN berdasarkan besaran daya listrik pengguna di tingkat rumah tangga.

Dengan melakukan reformasi sistem subsidi ini, para penduduk atau rumah tangga miskin yang menggunakan daya listrik sebesar 450 VA tetap mendapatkan subsidi penuh, sedangkan rumah tangga dengan daya sebesar 900 VA diperiksa ulang dengan Berbasis Data Terpadu (BDT). Melalui cara ini, dapat diketahui mana pelanggan RT 900 VA yang berkategori miskin dan layak mendapatkan subsidi, dan mana pelanggan yang tidak lagi layak mendapatkan subsidi.

Reformasi Sistem Subsidi

Terhadap para pelanggan RT 900 VA yang tidak lagi mendapatkan subsidi, kenaikan tarif menuju keekonomian akan dilakukan secara bertahap setiap dua bulan supaya tidak membebani konsumen dan membuat keterkejutan, yang dilaksanakan berdasarkan Peraturan Menteri ESDM No.28/2016 tentang Tarif Tenaga Listrik. Dalam Permen tersebut dinyatakan, terhadap rumah tangga mampu 900 VA, tarif listriknya disesuaikan menuju tarif keekonomian secara bertahap setiap dua bulan.

Permen ESDM No 28/2016 secara tegas menyatakan bahwa rumah tangga miskin dengan daya listrik terpasang 450 VA tetap mendapatkan subsidi listrik. Demikian juga terhadap rumah tangga dengan daya listrik terpasang 900 VA yang berkategori tidak mampu/miskin. Menteri ESDM juga telah mengeluarkan Permen No.29/2016 yang mengatur tentang Mekanisme Pemberian Subsidi Tarif Tenaga Listrik Untuk Rumah Tangga.

Persetujuan DPR-RI

Berdasarkan UU No.30 tahun 2009 tentang Ketenagalistrikan, Pemerintah sesuai dengan kewenangannya menetapkan tarif tenaga listrik untuk konsumen DENGAN PERSETUJUAN Dewan Perwakilan Rakyat Republik Indonesia (DPR-RI).

Berdasarkan UU tersebut, pada tanggal 17 September 2015 diadakan rapat kerja dengan antara Pemerintah dengan Komisi VII DPR-RI, yang menyepakati subsidi sebesar 24,7 juta rumah tangga miskin dan rentan miskin sesuai dengan data dari TNP2K (Tim Nasional Percepatan Penanggulangan Kemiskinan).

Setelah itu, dalam Sidang Kabinet Terbatas 4 November 2015, Pemerintah mengeluarkan keputusan bahwa seluruh rumah tangga berdaya listrik 450 VA tetap mendapat subsidi tarif tenaga listrik, sedangkan rumah tangga 900 VA yang mampu dicabut subsidinya.

Penentuan rumah tangga mampu dan tidak yang memiliki daya listrik terpasang 900 VA dilakukan dengan merekonsiliasi dan menyinkronkan data yang dimiliki oleh TNP2K dan data pelanggan yang dimiliki oleh PLN.

Keputusan itu kemudian dibawa dalam rapat kerja (raker) antara Pemerintah dengan Komisi VII DPR pada 14 Juni 2016. Dalam raker tersebut, usulan untuk mencabut subsidi listrik untuk rumah tangga mampu per 1 Juli 2016 tidak disetujui oleh DPR. Keputusan tersebut kemudian dibahas kembali dalam rapat kerja antara Pemerintah dengan DPR dalam penyampaian Nota Keuangan dan RAPBN 2017.

Dalam rapat kerja lanjutan antara Pemerintah dan Komisi VII DPR pada 22 September 2016, DPR menyetujui rencana Pemerintah untuk melakukan pencabutan subsidi bagi RT mampu 900 VA, yang dilaksanakan mulai 1 Januari 2017.

Subsidi Tepat Sasaran

Dalam Nota Keuangan tahun 2017 tentang Subsidi Listrik, kebutuhan subsidi listrik dengan penerapan kebijakan subsidi listrik tepat sasaran adalah sebesar Rp.48,56 Triliun. Apabila subsidi listrik dijalankan tanpa memperhatikan sinkronisasi dan rekonsiliasi data pelanggan listrik miskin/tidak mampu dengan sistem Basis Data Terpadu (BDT), maka kebutuhan subsidi listrik adalah sebesar Rp.70,63 Triliun.

Dengan demikian, SUBSIDI TEPAT SASARAN akan menghasilkan efisiensi subsidi listrik sebesar Rp.22,07 Triliun.

Dalam Nota Keuangan 2017 yang telah disetujui oleh Komisi VII DPR-RI, persentase pelanggan Rumah Tangga yang mendapatkan subsidi adalah sebesar 46%. Angka ini menurun dibandingkan tahun 2016 yang besarnya adalah 79%. Penerapan rekonsiliasi data pelanggan PLN dengan data penduduk miskin menggunakan Basis Data Terpadu (BDT) telah memastikan bahwa subsidi listrik yang dijalankan per 1 Januari 2017 adalah tepat sasaran.

Berdasarkan pemadanan data pelanggan PT PLN dengan data penduduk miskin yang ada pada TNP2K, terdapat kurang lebih 4,1 juta rumah tangga miskin yang memiliki listrik terpasang sebesar 900 VA, sehingga berhak mendapatkan subsidi listrik. Dari jumlah tersebut, sebanyak 3,9 juta RT sudah ditemukan dan diverifikasi, sedangkan 196 ribu sisanya memerlukan validasi. Proses validasi dapat dilakukan melalui penyampaian pengaduan kepada Pos Pengaduan Masyarakat.

Dengan demikian, dari jumlah pelanggan listrik RT 900 VA sebanyak 23,09 juta rumah, terdapat 4,1 juta RT yang tetap mendapatkan subsidi listrik berdasarkan amanat UU Ketenagalistrikan, sedangkan sisanya akan dicabut subsidi listriknya dan diberlakukan tarif listrik normal, yang penyesuaian tarifnya dilakukan secara bertahap.

Kantor Staf Presiden Republik Indonesia

TIPS: Taruh Kunci Mobil di Dekat Tempat Tidur Anda.

NetizenPosts, Jakarta, 5/1/2016, 21.39 WIB ;

Kiriman dari Netizen, belajar dari kasus Pulomas; ada baiknya dishare lagi:

“SELALU TARUH KUNCI MOBIL DI DEKAT TEMPAT TIDUR ANDA !”

Tolong SHARE kiriman ini dan sampaikan kepada pasangan anda, teman² anda, tetangga, pemilik toko dekat rumah, dokter anda, dan semua orang (yang memiliki mobil tentunya), agar mereka meletakkan kunci mobil di dekat ranjang sebelum mereka tidur.

Ketika di malam hari anda mendengar suara² di luar, dan anda merasa bahwa ada orang yg sedang mencoba menyusup ke dalam rumah (pencuri, perampok, pemerkosa), dan di saat yg sama mendadak listrik mati (dimatikan oleh penyusup), SEGERA TEKAN TOMBOL ALARM MOBIL ANDA.. alarm tersebut akan terus menyala hingga anda sendiri yg mematikan atau accu mobil habis.

Ini merupakan salah satu TIPS KEAMANAN yg saya dapat dari seorang teman yg memperolehnya dari ketua RT setempat. Pak RT ini memberikan himbauan kpd warganya agar apabila mendengar alarm mobil salah satu warga menyala dan tidak ber-henti², maka itu adalah TANDA PERINGATAN bahwa warga tsb membutuhkan bantuan.

Alarm mobil TERNYATA adalah sebuah sistem KEAMANAN yg tanpa kita sadari SUDAH KITA MILIKI, tanpa perlu instalasi di rumah, tanpa memerlukan listrik rumah dan sulit dimatikan oleh siapapun.

Ketika alarm mobil dinyalakan dan terus berbunyi otomatis akan membangunkan tetangga, satpam kompleks, hansip dan orang² lain di lingkungan anda, dan bahkan tidak jarang mereka akan keluar, mendatangi rumah anda, jika mereka sadar anda dalam bahaya mereka dapat SEGERA memberikan pertolongan atau menghubungi polisi.

Alarm mobil juga berguna untuk melindungi anda di tempat² umum seperti tempat parkir misalnya. Selalu pegang kunci mobil di dalam saku saat anda sedang berjalan menuju tempat parkir kendaraan. Ketika anda merasa diikuti orang atau mengalami tindakan yg membutuhkan bantuan, upaya pemerkosaan dan pelecahan seksual, segara tekan tombol alarm mobil, maka orang² di sekitar akan terpancing perhatiannya.

Dalam kasus² yg lebih spesifik, kunci mobil kadang dibawa oleh orang tua / lanjut usia. Untuk rumah² berukuran besar, ketika kakek / nenek ini sedang ber-jalan² di dalam rumah dan mengalami hal² yg berbahaya, seperti terjatuh, terkena serangan jantung, refleks mereka akan mengarah kpd menekan tombol alarm kunci mobil (mudah²an masih sempat dilakukan) untuk meminta pertolongan orang rumah karna mungkin berteriak sudah tidak mampu lagi dilakukan.

Tips ini boleh dicoba bagi anda secara pribadi atau dapat pula disosialisasikan di lingkungan anda agar kita saling menjaga dan saling peduli dgn keselamatan sesama kita.
Semoga dgn SHARE Artikel ini bermanfaat dan dapat menyelamatkan kita semua.

(NA-01-001/2017)

PGN Bangun Pipa Gas Gresik-Lamongan-Tuban 141 Km

NetizenPosts, Jakarta, 5/1/2017, 16.56;

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) terus memperluas jaringan pipa gas bumi di berbagai daerah. Salah satunya dengan membangun pipa gas bumi ruas Gresik-Lamongan-Tuban sepanjang 141 kilometer (Km).

“PGN akan terus agresif dalam membangun jaringan pipa gas bumi untuk memperluas pemanfaatan gas bumi ke masyarakat. Salah satunya di Jawa Timur seperti di ruas Gresik-Lamongan-Tuban,” kata Vice President Corporate Communication PGN, Irwan Andri Atmanto, Kamis (5/1/2017).


netizenposts-irwan-andri-atmanto-corcom-pgn-2017

Irwan Andri Atmanto, VP Corporate Communication PGN.


Irwan mengatakan, untuk tahap I dari ruas Gresik – Lamongan – Tuban, PGN saat ini dalam proses pembangunan pipa gas di Desa Suci hingga Desa Sembayat di Gresik, Jawa Timur sepanjang 11,5 km. Proyek tahap I ini ditargetkan selesai pada kuartal I – 2017.

Pipa gas tersebut juga akan tersambung dengan pipa PGN yang sudah eksisting di Jawa Timur. Diharapkan dengan keberadaan jaringan pipa gas ini, akan makin banyak lagi industri, UKM, usaha komersial (hotel, mal, rumah sakit, rumah makan) hingga rumah tangga dan transportasi yang menikmati energi baik gas bumi yang bersih dan efisien dibanding bahan bakar lainnya dari PGN.

Dalam pembangunan jaringan gas bumi ini Irwan menambahkan bahwa PGN butuh dukungan dari pemerintah pusat maupun daerah serta masyarakat. “Dukungan itu kami harapkan karena selama proses pembangunan pipa gas terkadang menimbulkan rasa kurang nyaman bagi masyarakat pengguna jalan ketika pipa ditanam di pinggir jalan” kata Irwan.

Irwan menyatakan bahwa untuk mengurangi ketidaknyamanan itu, dalam setiap pengerjaan proyek pipa gas, PGN mengedepankan profesionalitas. Proyek penggalian pipa gas akan diselesaikan tepat waktu dan tanah yang digali segera di kembalikan pada kondisi seperti semula bahkan lebih baik,” ujar Irwan.

Seperti contoh proyek pipa PGN di Desa Suci-Desa Sembayar sepanjang 11,5 km, PGN sampai memindahkan tanah galian ke lokasi lain sehingga mengurangi ketidaknyamanan pengguna jalan. Setelah pipa gas selesai ditanam, PGN akan memperbaiki jalan yang digali dan mengaspalnya hingga mulus.

Irwan menambahkan, pembangunan proyek pipa gas Gresik-Lamongan-Tuban, Jawa Timur ini juga sekaligus komitmen PGN untuk membuka wilayah-wilayah pasar gas bumi baru di Jawa Timur.

Seperti tahun lalu, PGN memperkuat jaringan pipa gas bumi di Jawa Timur dengan membangun pipa gas di Sidoarjo sepanjang 32 km, Surabaya 23 km, Pasuruan 2 km. Hingga saat ini total panjang pipa gas bumi PGN di Jawa Timur sekitar 1.156 km, dengan rincian, pipa PGN di Surabaya sepanjang 552 km, Sidoarjo 404 km, dan Pasuruan 199 km.

“Proyek pipa tersebut sudah beroperasi dan mengalirkan gas ke berbagai pelanggan seperti industri, UKM, usaha komersial hingga rumah tangga,” tambah Irwan.

PGN merupakan satu satunya badan usaha di Indonesia yang menyalurkan gas bumi ke berbagai segmen pelanggan, mulai dari rumah tangga, UKM, usaha komersial (mal, hotel, rumah sakit dan rumah makan), industri, pembangkit listrik dan transportasi.

Hingga saat ini PGN menyalurkan gas bumi ke lebih dari 120.000 rumah tangga. Selain itu ke 1.929 usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.630 industri berskala besar dan pembangkit listrik.

“Pipa gas bumi yang dimiliki dan dioperasikan PGN saat ini sepanjang lebih dari 7.200 km atau sekitar 78% pipa gas bumi hilir nasional,” tutup Irwan.(***)

(: Ben Gentolet, NP-01-002/2017)