Media Penyebar HOAX Tidak Akan Dapat “QR Code”

NetizenPosts, Jakarta, 9/1/2017, 17.02 WIB:

Detik.com -Jakarta. Dewan Pers segera membuat label untuk mempermudah masyarakat mengenali media massa terpercaya. Label berbentuk kode Quick Response (QR code) itu akan dibubuhkan di media cetak hingga di media berbasis daring (online). Media penyebar hoax tak akan mendapat QR code ini.

“Itu menunjukkan bahwa itu media trusted yang berbadan hukum dan taat terhadap kode etik jurnalistik. Ini untuk membedakan dengan media yang tidak jelas,” kata Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, akrab disapa Stanley, kepada detikcom, Senin (9/1/2017).

Dewan Pers merasa perlu membuat pelabelan semacam ini karena media-media yang tak terpercaya banyak beredar di masyarakat. Dengan demikian, diharapkan masyarakat tak ragu lagi dalam mengakses informasi dari media berlabel khusus ini.

“Kan banyak media online yang ngaco dan media cetak yang diterbitkan untuk memeras, (dengan adanya QR code) sehingga orang akan tahu bahwa ini halal dan yang ini tidak jelas,” kata Stanley.

Untuk media cetak, QR code bisa ditampilkan di halaman depan. Untuk media online, nantinya QR code bisa ditempel di laman utama. QR code ini bisa dipindai masyarakat menggunakan ponsel pintar, kemudian informasi soal media ini akan tampak, meliputi penanggung jawab, alamat, nomor kontak, dan sebagainya.

“Nanti dari smartphone tinggal difoto, nanti akan terkoneksi dengan data di Dewan Pers,” kata Stanley.

Kini Dewan Pers sedang memasuki tahap lelang, persiapan desain, dan lomba jingle. QR code ini akan diluncurkan pada Hari Pers Nasional, 9 Februari nanti, di Ambon. Presiden Jokowi juga dinyatakan bakal hadir dalam acara itu.

“Presiden Jokowi rencananya akan hadir pada 9 Februari nanti. Masyarakat pers nanti akan menunjukkan bahwa mulai hari itu yang terverifikasi Dewan Pers bakal punya tanda. Karena Presiden mengatakan kita memerangi hoax,” kata Stanley.

Sosialisasi pemfungsian QR code juga akan diumumkan ke khalayak luas. Televisi dan radio juga bakal menyiarkan lagu singkat atau jingle soal ini.(***)

Jakarta – Dewan Pers segera membuat label untuk mempermudah masyarakat mengenali media massa terpercaya. Label berbentuk kode Quick Response (QR code) itu akan dibubuhkan di media cetak hingga di media berbasis daring (online). Media penyebar hoax tak akan mendapat QR code ini.

“Itu menunjukkan bahwa itu media trusted yang berbadan hukum dan taat terhadap kode etik jurnalistik. Ini untuk membedakan dengan media yang tidak jelas,” kata Ketua Dewan Pers Yosep Adi Prasetyo, akrab disapa Stanley, kepada detikcom, Senin (9/1/2017).

Dewan Pers merasa perlu membuat pelabelan semacam ini karena media-media yang tak terpercaya banyak beredar di masyarakat. Dengan demikian, diharapkan masyarakat tak ragu lagi dalam mengakses informasi dari media berlabel khusus ini.

“Kan banyak media online yang ngaco dan media cetak yang diterbitkan untuk memeras, (dengan adanya QR code) sehingga orang akan tahu bahwa ini halal dan yang ini tidak jelas,” kata Stanley.

Untuk media cetak, QR code bisa ditampilkan di halaman depan. Untuk media online, nantinya QR code bisa ditempel di laman utama. QR code ini bisa dipindai masyarakat menggunakan ponsel pintar, kemudian informasi soal media ini akan tampak, meliputi penanggung jawab, alamat, nomor kontak, dan sebagainya.

“Nanti dari smartphone tinggal difoto, nanti akan terkoneksi dengan data di Dewan Pers,” kata Stanley.

Kini Dewan Pers sedang memasuki tahap lelang, persiapan desain, dan lomba jingle. QR code ini akan diluncurkan pada Hari Pers Nasional, 9 Februari nanti, di Ambon. Presiden Jokowi juga dinyatakan bakal hadir dalam acara itu.

“Presiden Jokowi rencananya akan hadir pada 9 Februari nanti. Masyarakat pers nanti akan menunjukkan bahwa mulai hari itu yang terverifikasi Dewan Pers bakal punya tanda. Karena Presiden mengatakan kita memerangi hoax,” kata Stanley.

Sosialisasi pemfungsian QR code juga akan diumumkan ke khalayak luas. Televisi dan radio juga bakal menyiarkan lagu singkat atau jingle soal ini.(***)


 

(:Ben Gentolet, NP-01-002/2017)

Advertisements

Sidang Kabinet Paripurna: “Pemerataan Akan Menjadi Agenda Pemerintah 2017”

NetizenPosts, Bogor, 4/1/2017, 21.24 ;
Presiden Joko Widodo bersama Wakil Presiden Jusuf Kalla pagi ini, Rabu, 4 Januari 2017, mengumpulkan para anggota Kabinet Kerja untuk membahas agenda pemerintah di tahun 2017 ini. Saat memimpin jalannya rapat kabinet paripurna yang dihadiri hampir seluruh anggota Kabinet Kerja tersebut, Presiden Joko Widodo menekankan bahwa pemerataan akan menjadi bidikan pemerintah sejak awal tahun ini. Rapat kabinet paripurna tersebut digelar di Istana Kepresidenan Bogor, Jawa Barat.


NetizenPosts - Jokowi di Istana Bogor 2017.jpg

Joko Widodo, Presiden Repubik Indonesia


 

“Saya kira beberapa hal yang ingin saya sampaikan adalah yang berkaitan dengan fokus kita kepada pemerataan. Meskipun kita tahu bahwa angka gini ratio kita sedikit membaik, tetapi apapun kalau kita lihat angkanya masih pada posisi yang tinggi,” demikian Presiden mengawali pengantarnya.

Maka itu, Presiden mengajak jajarannya untuk bekerja keras dalam rangka menurunkan angka kesenjangan tersebut. Banyak cara yang akan ditempuh pemerintah untuk mewujudkan hal tersebut. Yang pertama ialah mengenai kebijakan redistribusi aset dan legalisasi tanah. Terhadap hal tersebut, Presiden menginstruksikan agar dilakukan lebih masif lagi.

“Ini sangat penting karena kita ingin rakyat mendapatkan akses kepada tanah. Oleh sebab itu, saya minta yang berkaitan dengan konsesi untuk rakyat, yang berkaitan dengan tanah-tanah adat dan sertifikat untuk rakyat, saya kira harus menjadi fokus perhatian kita bersama dan kita lakukan secara besar-besaran dalam dua tahun ini,” ujarnya.

Langkah selanjutnya yang akan dilakukan pemerintah untuk mewujudkan pemerataan ialah memperkuat akses rakyat kepada permodalan. Peningkatan akses rakyat kepada permodalan diyakini akan membuat daya kompetitif masyarakat dan inklusi keuangan rakyat akan semakin tinggi.

“Saya minta agar ditingkatkan lagi program-program dalam memperkuat akses rakyat untuk mendapatkan modal. Pada tahun depan KUR (kredit usaha rakyat) harus menjangkau semakin banyak rakyat, semakin besar jumlahnya, dan semakin mudah cara memperolehnya. Asuransi untuk ini juga perlu diberikan dan ditingkatkan sehingga kita bisa mendorong keuangan inklusif sehingga rakyat semakin ‘bankable’,” imbuhnya.

Tak cukup sampai di situ, keterampilan masyarakat yang memadai dinilai Presiden juga diperlukan dewasa ini. Oleh karena itu, pemerataan akses peningkatan keterampilan tersebut juga akan digalakkan. Peningkatan keterampilan tersebut di antaranya dilakukan melalui program pendidikan dan pelatihan vokasi.

“Saya lihat kemarin di Kementerian Tenaga Kerja sudah bekerja sama dengan Kadin. Apabila kementerian yang dilibatkan semakin banyak, dikoordinir oleh Menko, saya kira akses rakyat untuk mendapatkan keterampilan ini benar-benar dalam jumlah yang bukan lagi ribuan tetapi mencapai jutaan,” terang Presiden.

Sementara itu, akses masyarakat kepada pendidikan juga terus diupayakan pemerintah agar semakin meningkat. Presiden Joko Widodo juga menginstruksikan agar distribusi Kartu Indonesia Pintar mulai menyasar pada kalangan yang selama ini belum tersentuh kebijakan tersebut.

“Tadi malam saya sudah telepon Menteri Pendidikan dan Kebudayaan agar Kartu Indonesia Pintar diberikan kepada semua anak yatim yang ada di negara kita dan segera ini bisa kita mulai,” tegasnya.

Mengakhiri pengantarnya, Presiden turut berpesan agar pembangunan karakter dan mental bangsa sebagaimana yang menjadi program pemerintah sejak awal pemerintahan untuk tidak dilupakan. Apalagi mengingat kekhawatiran masyarakat dunia terhadap aksi terorisme dan radikalisme yang akhir-akhir ini semakin meningkat. Presiden meyakini bahwa ideologi negara yang berupa Pancasila mampu menjawab tantangan dan kekhawatiran tersebut.

“Saya meyakini bahwa nilai-nilai Pancasila dapat menjawab tantangan itu. Saya kira di dalam rapat terbatas kemarin saya sudah putuskan untuk membentuk unit kerja pemantapan ideologi Pancasila di bawah Presiden. Kita ingin agar nilai-nilai ini betul-betul diwujudkan dalam pola pikir, sikap mental, gaya hidup, dan perilaku kita sehari-hari,” tutupnya.


Bogor, 4 Januari 2017
Kepala Biro Pers, Media dan Informasi Sekretariat Presiden

Bey Machmudin

Jelang Akhir Tahun, PGN Genjot Pemanfaatan Gas Bumi di 9 Kota

NetizenPosts, Jakarta, 30/22/2016, 20.14

PT Perusahaan Gas Negara (Persero) Tbk (PGN) makin agresif memperluas pemanfaatan gas bumi ke berbagai daerah. Dalam bulan ini misalnya, PGN menambah pelanggan baru di sektor UKM hingga industri di 9 kota.

“Kita terus genjot pembangunan infrastruktur di berbagai daerah, agar semakin banyak masyarakat, UKM, usaha komersial hingga industri menikmati gas bumi yang efisien dan ramah lingkungan dari PGN,” kata Vice President Corporate Communication PGN, Irwan Andri Atmanto, Jumat (30/12/2016).


 

netizenposts-irwan-andri-atmanto-corcom-pgn-2017

Irwan Andri Atmanto, VP Corporate Communication PGN


 

Irwan mengungkapkan, dalam Desember ini PGN menyalurkan gas bumi ke pelanggan baru khususnya pelanggan industri di 9 kota. Seperti di Area Batam PGN menambah pasokan gas bumi ke PT Accord Mandiri Batam, Hotel Best Western Premier Panbil Batam, PT Fastcoat hingga ke Rumah Makan Mie Tarempa.

Kemudian di Bekasi, bulan ini PGN memasok gas bumi ke PT Oceancash Felts, PT SAIC General Motors Wuling (SGMW) Motor Indonesia, lalu di Pasuruan PGN memasok ke PT Tirta Sukses Perkasa ( Indofood Group ), di Jakarta ke Hotel Alila SCBD, di Medan ke PT Madani, Tangerang ke PT Indorack Multikreasi, dan Karawang ke PT Tenang Jaya Sejahtera.

“Ada 9 kota yang bulan ini kita perluas penyaluran gas bumi bagi pelanggan baru, mulai di Batam, Bekasi, Pasuruan, Bogor, Jakarta, Surabaya, Medan, Tangerang, Karawang,” ungkap Irwan.

Irwan menambahkan, energi baik gas bumi yang bersih dan lebih efisien dibanding bahan bakar lainnya membuat masyarakat makin berminat untuk beralih dan menjadi pelanggan PGN. Dengan beralih ke gas bumi, pelanggan dapat menghemat biaya.

Salah satu contoh pelanggan yang beralih ke gas bumi yakni Rumah Makan Mie Tarempa, di Kota Batam, Kepulauan Riau. Rumah makan ini sebelumnya menggunakan bahan bakar LPG (Liquefied Petroleum Gas) untuk memasak setiap harinya. Konsumsi LPG Rumah Makan Mie Tarempa sekitar 200 tabung LPG ukuran 12 kg per bulan. Dengan biaya total sekitar Rp 25.200.000/bulan. Harga LPG 12 Kg Rp 126.000 di luar biaya antar.

Dengan beralih menggunakan gas bumi PGN, Rumah Makan Mie Tarempa ini hanya membayar Rp 3.405/m3. Konsumsi gasnya sekitar 2.000-3.000 m3/bulan. Sehingga rumah makan ini hanya membayar sekitar Rp 9,5 juta/bulan. Artinya, dengan beralih ke gas bumi PGN, rumah makan ini bisa hemat pengeluaran dari biaya bahan bakar untuk memasak sekitar Rp 15,7 juta/bulan atau Rp 188 juta/tahun.

“Ini satu contoh betapa besarnya manfaat gas bumi bagi masyarakat. Makanya PGN terus agresif membangun infrastruktur gas di berbagai daerah, agar makin banyak masyarakat yang dapat menikmati manfaat besar dari gas bumi,” tambah Irwan.

Gas bumi yang disalurkan PGN saat ini telah dinikmati lebih dari 119.960 pelanggan rumah tangga. Selain itu, 1.929 usaha kecil, mal, hotel, rumah sakit, restoran, hingga rumah makan, serta 1.630 industri berskala besar dan pembangkit listrik.

Pelanggan PGN yang menikmati gas bumi tersebut dialirkan melalui infrastruktur pipa gas bumi yang tersebar diberbagai daerah, mulai dari Sumatera Utara, Kepulauan Riau, Riau, Sumatera Selatan, Lampung, Jawa Barat, Jawa Tengah, Jawa Timur hingga Kalimantan Utara serta Papua.

Hingga saat ini PGN memiliki dan mengoperasikan pipa gas bumi sepanjang lebih dari 7.200 km atau sekitar 78% jaringan pipa gas hilir nasional.(***)

(: Ben Gentolet, NP-01-002/2016)

 


 

Gunung Menumbing, Wisata Sejarah Bung Karno

 

Oleh: Petrus Samosir

NetizenPosts, Jakarta, 29/12/2016, 17.53;

Gunung Menumbing terletak di Desa Air Belo, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Gunung Menumbing merupakan tempat pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta oleh belanda pada tahun 1948 – 1949 Di Pulau Bangka.


IMG-20161229-WA0004.jpg

Penulis di depan meja kerja Bung Karno


 

Gunung Menumbing menyimpan saksi sejarah perjuangan kala melawan penjajah belanda. di tempat inilah para pemimpin bangsa menyusun strategi setelah ibukota RI, kala itu Yogyakarta, diduduki oleh belanda.

Untuk para pengunjung atau wisatawan Gunung Menumbing wajib datang ke Wisma Manumbing karena tempat tersebut terdapat banyak barang peninggalan Bung Karno dan Bung Hatta. Di dalam wisma ini terdapat ruangan rapat yang lumayan luas, kendati kursi dan mejanya sudah tidak asli. kemudian mobil Ford yang pernah digunakan oleh Ir. Soekarno. Terdapat juga kamar tempatnya bekerja dan tidur di wisma tersebut. Di teras wisma terdapat sebuah lonceng tua yang diikat di sisi tembok. Konon sejarahnya lonceng ini dahulu biasa di bunyikan untuk memanggil tentara belanda untuk berkumpul.


 

IMG-20161229-WA0003.jpg

Penulis di depan Mobil Ford Bung Karno


 

Pada gunung ini terdapat tempat peristirahatan Bung Karno yang bernama Jati Wisata. Wisma atau tempat pengasingan bung Karno tersebut dijaga oleh keluarga dari Abdi Dalem Keraton Yogyakarta yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi, yang dari awal bertanggung jawab untuk menjaga bung Karno dan bung Hatta selama pengasingan di bangka agar aman. Di belakang wisma terdapat panorama yang indah, dimana saat anda naik ke atas akan terlihat pemandangan hutan yang sangat hijau dan kota bangka barat dari ketinggian. Ketika malam tiba lampu-lampu akan menghiasi kota yang bersejarah tersebut.


 

img-20161229-wa0005

Penulis bersama istri di depan ikon Bukit Menumbing.


 

Untuk masuk kedalam bangunan anda dipungut biaya sebesar Rp. 2500/orang. Di luar ruangan juga terdapat tempat Bung Karno menulis dan membaca. Pada kamar terdapat 1 kamar mandi, Lemari dan lain-lain. Untuk menuju ke lokasi anda harus melapor terlebih dahulu di Pos 1 atau pintu masuk wisata jika anda membawa mobil. Hal ini di karenakan jalan menuju lokasi sangat sempit yang hanya bisa di lewati oleh 1 kendaraan saja. Jika anda menggunakan mobil waktu yang dapat anda tempuh menuju lokasi selama 15 menit untuk sampai ke puncak, tetapi jika anda berjalan kaki dapat menempuh waktu untuk sampai selama 1 jam di perjalanan. Jadi, pergi dan pulang anda dapat menghabiskan waktu selama 2 jam.

Di sisi jalan terdapat pohon-pohon menjulang dengan batu-batu besar yang berbentuk unik mengantar anda sampai ke atas atau tujuan anda. Cuaca di Lokasi ini cukup dingin, jadi alangkah baiknya juka pengunjung menggunakan pakaian hangat. (***)

(NP-01-002/2016)


 

Jokowi Kunjungi Kapal Listrik Apung di NTT

 

Netizenposts, Kupang, 29/12/2016, 16.57 ;

Presiden RI Joko Widodo didampingi Menteri BUMN Rini Soemarno mengunjungi Kapal Apung pembangkit listrik atau yang biasa disebut Marine Vessel Power Plant (MVPP) Bolok berkapasitas 60 MW yang terletak di kawasan perairan Bolok, Kupang Barat, Nusa Tenggara Timur (28/12).

Dalam kunjungannya, Jokowi menekankan pemenuhan kebutuhan warga akan listrik adalah yang utama, sehingga hadirnya kapal MVPP Bolok 60 MW dianggap sebagai salah satu solusi untuk menambah kapasitas pasokan listrik di Kupang.


 

img-20161229-wa0002

Kapal Apung Pembangkit Listrik (Marine Vessel Power Plant – MVPP) Bolok 60 MW di Kupang.


 

Terhitung seminggu sejak tiba di Kupang pada Jumat (16/12), MVPP Bolok 60 MW kini telah berhasil masuk sistem kelistrikan Kupang. Untuk tahap awal ini tambahan daya yang dihasilkan yakni sebesar 20 MW. Jumlah ini akan terus meningkat dan ditargetkan akan beroperasi maksimal pada akhir bulan depan.

MVPP Bolok adalah Pembangkit Listrik terapung kedua yang telah disewa oleh PLN dan dikontrak selama lima tahun. Dengan kekuatan 60 MW artinya dapat memenuhi sekitar 230 ribu pelanggan baru. Hal ini penting mengingat pertumbuhan listrik di Wilayah Timor saat ini sebesar 12 persen. Selain itu, dengan adanya MVPP Bolok 60 MW, PLN berhasil menghemat Rp 70 milyar per tahun. Adapun saat ini daya mampu untuk sistem Wilayah Timor yakni sebesar 75 MW dengan beban puncak mencapai 70 MW.

“Keberadaan MVPP Bolok 60 MW penting sebagai jembatan atau solusi untuk memenuhi kebutuhan sistem Timor. Secara pararel PLN juga tengah membangun sejumlah pembangkit seperti PLTU Timor 2 x 50 MW dan PLTMG 2 x 20 MW yang ditargetkan akan masuk sistem pada akhir 2018,” ujar Direktur Utama PLN Sofyan Basir.


netizenposts-sofyan-basir-dirut-pln

Sofyan Basir, Direktur Utama PLN


 

Sofyan menambahkan bahwa pembangkit listrik terapung dianggap tepat mengingat Indonesia negara kepulauan dengan 17.000 pulau, maka pembangkit listrik di atas kapal yang dapat berpindah tempat dari satu pulau ke pulau lain‎ paling cocok dengan Indonesia. (***)

(: Ram Julio, NP-01-003/2016)


 

Total E&P Indonesia Mentawai Pamit ke Gubernur Bengkulu

NetizenPosts, Jakarta, 29/12/2016, 14.11 ;

Total E&P Indonesia Mentawai B.V. (TEPIM), telah mengakhiri seluruh kegiatan eksplorasi migas di Blok Bengkulu-1 Mentawai, karena hasil pengeboran di Sumur Rendang-1X beberapa waktu lalu tak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
Untuk itu, manajemen TEPIM, yang diwakili oleh Vice President Coordination & External Relations, Agus Suprijanto, bersama dengan Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Regional Sumatera Bagian Selatan, Tirat Sambu Ichtijar, telah berpamitan dengan Gubernur Bengkulu Dr Ridwan Mukti, di kota Bengkulu, Akhir nopember lalu. Kepada gubernur dilaporkan seluruh tahapan kegiatan di blok eksplorasi tersebut, termasuk besarnya seluruh pengeluaran untuk mengebor satu sumur Rendang-1X senilai US$ 120 juta (non cost recovery).


 

netizenposts-agus-suprijanto-skkmigas

Agus Suprijanto, VP Coordination & External Relation SKKMigas


 

Pada kesempatan itu Agus Suprijanto menyampaikan rasa terima kasih manajemen TEPIM atas dukungan semua pihak terutama Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap kelancaran kegiatan eksplorasi ini. “Kegiatan eksplorasi dengan biaya yang sangat tinggi ini merupakan wujud komitmen Total mendukung Pemerintah RI dalam mencari cadangan minyak dan gas baru, namun sangat disayangkan tidak ditemukan cadangan hidrokarbon yang ekonomis,” katanya.

Sebagaimana diketahui pengeboran sumur eksplorasi itu, yang menggunakan rig Ocean Monarch, berlangsung pada minggu kedua Juli 2014 hingga Agustus 2014. Lokasi sumur berjarak sekitar 75 km dari garis pantai Bengkulu, di kedalaman laut 1000 meter.

Pengeboran perdana di sisi barat Pulau Sumatera tersebut merupakan tonggak sejarah penting bagi kegiatan eksplorasi migas di wilayah Bengkulu, mengingat sebelumnya sangat jarang ada kegiatan seperti ini. Sehingga untuk mengetahui potensi hidrokarbon di wilayah tersebut perlu kegiatan lanjutan berupa survei seismik 2D untuk mendapatkan data tambahan guna pemetaan yang lebih akurat, mendapatkan pemahaman regional yang lebih baik, serta untuk menentukan strategi eksplorasi selanjutnya.

TEPIM sendiri tidak meneruskan kegiatan survei seismik 2D di Blok Bengkulu 1 Mentawai karena kendala teknis operasional, termasuk mengikuti strategi eksplorasi global TOTAL Group, sehingga Wilayah Kerja Bengkulu-1 Mentawai dikembalikan kepada pemerintah Indonesia.(***)

(: Ben Gentolet, NP-01-002/2016)


Reaksi vs Respon

NetizenPosts, Jakarta, 29/12/2016, 8.40 ;

Seorang teman Netizen mengirim ini. Cerita lama yang mungikin masih terus dapat dinikmati..

CEO Google, Sundar Pichai mulai banyak dikenal orang setelah menjabat pimpinan tertinggi raksasa perusahaan Google. Pichai terlahir di Tamil Nadu, India pada tahun 1972. Pichai dikenal oleh karyawan Google sebagai seseorang yang selalu berhasil merealisasikan rencana menjadi kenyataan. Beberapa proyek dia yang sukses yakni browser Chrome dan Android

Sundar Pichai memang dikenal sebagai orang yang ramah, cerdas, dan pekerja keras. Ada sebuah kisah inspiratif dari pidato oleh Sundar Pichai kepada anak buahnya. Ia berpidato tentang kecoa. Kisah inspiratif dibalik kecoa yang menjijikkan.

Di sebuah restoran, seekor kecoa tiba-tiba terbang dari suatu tempat dan mendarat di seorang wanita.

Dia mulai berteriak ketakutan.

Dengan wajah yang panik dan suara gemetar, dia mulai melompat, dengan kedua tangannya berusaha keras untuk menyingkirkan kecoa tersebut.

Reaksinya menular, karena semua orang di kelompoknya juga menjadi panik.

Wanita itu akhirnya berhasil mendorong kecoa tersebut pergi tapi … kecoa itu mendarat di pundak wanita lain dalam kelompok.

Sekarang, giliran wanita lain dalam kelompok itu untuk melanjutkan drama.

Seorang pelayan wanita bergegas ke depan untuk menyelamatkan mereka.

Dalam sesi saling lempar tersebut, kecoa berikutnya jatuh pada pelayan wanita.

Pelayan wanita berdiri kokoh, menenangkan diri dan mengamati perilaku kecoa di kemejanya.

Ketika dia cukup percaya diri, ia meraih kecoa itu dengan jari-jarinya dan melemparkan nya keluar dari restoran.

Menyeruput kopi dan menonton hiburan itu, antena pikiran saya mengambil beberapa pemikiran dan mulai bertanya-tanya, apakah kecoa yang bertanggung jawab untuk perilaku heboh mereka?

Jika demikian, maka mengapa pelayan wanita tidak terganggu?

Dia menangani peristiwa tersebut dengan mendekati sempurna, tanpa kekacauan apapun.

So, para hadirin.. CEO dari India ini kemudian bertanya:

“Lalu apa yang bisa saya dapat dari kejadian tadi?”

Ia melanjutkan pidatonya..

“Dari tempat saya duduk, saya berpikir..

Kenapa 2 wanita karir itu panik, sementara wanita pelayan itu bisa dengan tenang mengusir kecoa?

Berarti jelas bukan karena kecoanya, tapi karena respon yang diberikan itulah yang menentukan. Ketidakmampuan kedua wanita karir dalam menghadapi kecoa itulah yang membuat suasana cafe jadi kacau.

Kecoa memang menjijikkan.
Tapi ia akan tetap seperti itu selamanya.
Tak bisa kau ubah kecoa menjadi lucu dan menggemaskan.

Begitupun juga dengan masalah.

Macet di jalanan, atau istri yang cerewet, teman yang berkhianat, bos yang sok kuasa, bawahan yang tidak penurut, target yang besar, deadline yang ketat, customer yang demanding, tetangga yang mengganggu, dsb.

Sampai kapanpun semua itu tidak akan pernah menyenangkan.

Tapi bukan itu yang membuat semuanya kacau. Ketidakmampuan kita untuk menghadapi yang membuatnya demikian.”

Yang mengganggu wanita itu bukanlah kecoa, tetapi ketidakmampuan wanita itu untuk mengatasi gangguan yang disebabkan oleh kecoa tersebut.

Di situ saya menyadari bahwa, bukanlah teriakan ayah saya atau atasan saya atau istri saya yang mengganggu saya, tapi ketidakmampuan saya untuk menangani gangguan yang disebabkan oleh teriakan merekalah yang mengganggu

Reaksi saya terhadap masalah itulah yang sebenarnya lebih menciptakan kekacauan dalam hidup saya, melebihi dari masalah itu sendiri.
Apa hikmah dibalik kisah inspiratif dari pidato ini?

Para wanita bereaksi, sedangkan pelayan merespon.

Reaksi selalu naluriah sedangkan respon selalu dipikirkan baik-baik.

Sebuah cara yang indah untuk memahami HIDUP.

Orang yang BAHAGIA bukan karena semuanya berjalan dengan benar dalam kehidupannya..

Dia BAHAGIA karena sikapnya dalam menanggapi segala sesuatu di kehidupannya benar..!

Itulah kira-kira hikmah yang dapat diambil dari sebuah kisah inspiratif dari pidato CEO Google, Sundar Pichai.

“Masalah adalah sebuah masalah ….. RESPONSE kita lah yg akan menentukan bagaimana akhir dari sebuah masalah ….”

Selamat menyambut Tahun Baru 2017
-eki.ramadhani


 

 

Ekonomi Indonesia Hadapi Lawan-Lawan Tak Kelihatan

NetizenPosts, Jakarta, 28/12/2016 ;


Opini ini telah dimuat dalam website Liputan6.com, Jakarta, 27 Desember 2016. Dengan seijin penulis, kami share untuk netizen di NetizenPosts ini.

Selamat membaca tulisan terbaru dari Prof Rhenald Kasali ini!



Proyeksi ekonomi Indonesia 2017 beserta angka-angka pertumbuhan, inflasi, lapangan kerja, peta investasi, dan seterusnya sudah sering Saudara baca.

Demikian juga ancaman dan peluang dari pasca terpilihnya Donald Trump dan dunia yang semakin protektif. Kehidupan berusaha dan berprofesi di tahun-tahun mendatang juga tidak akan lebih mudah karena muncul peta yang sama sekali baru.

Banyak hal-hal baru yang menakutkan incumbents hadir di depan mata. Salah satunya, proses penghancuran melalui inovasi, bisnis model, dan disrupsi.

Lawan-Lawan Tak Kelihatan

Yang jelas para usahawan tengah menghadapi kompetisi baru yang identitasnya tak begitu kelihatan. Seperti Blue Bird dan Express yang kecolongan Grab dan Uber. Lawan itu datang tanpa logo, tanpa pelat nomor kuning, dan tak ada tulisan taksi. Tahu-tahu armada itu sudah besar dan menggerogoti penerimaan perusahaan.

Akibatnya, Express rugi Rp 81 miliar per kuartal ketiga 2016. Sedangkan laba Blue Bird turun dari Rp 625,42 miliar ke Rp 360 miliar pada kuartal ketiga 2016.

Pada 2016 akhir, kita juga mendengar banyak kalangan pemilik hotel yang menyatakan keinginan untuk exit dari industri ini per kuartal III 2016. Alasannya adalah kontraksi dana APBN yang membuat okupansi hotel untuk keperluan meeting pemerintah berkurang.

Faktanya, para traveler pemula (the millenials) tengah beralih dari hunian hotel ke penginapan-penginapan berbasiskan sharing economy, seperti Airbnb dan Couchsurfing. Di Bali, di sepanjang Jalan Sunset Road, tumbuh rumah-rumah kos elite yang ditawarkan dengan pola ini.

Belum lagi restoran-restoran yang kelak akan kehilangan pengunjung dengan tawaran-tawaran makan siang atau malam bersama penduduk di rumah-rumah mereka melalui platform sharing economy.

Lantas, bagaimana dengan produk sehari-hari? Ambil saja produk makanan. Sejak tahun 2009 konsumen kelas menengah dunia sudah mulai meninggalkan makanan dalam kemasan, beralih ke makanan segar dan organik.

Di berbagai kota besar di Indonesia, kita saksikan rombongan tukang sayur bersepeda motor semakin banyak mendatangi kawasan perumahan. Lalu toko buah-buahan segar dan sayuran tumbuh pesat.

Di Amerika Serikat sendiri, sejak tahun itu 25 produsen utama makanan olahan telah kehilangan pendapatan sebanyak US$ 18 miliar.

Di Laut juga Berubah

Masalah dalam angkutan laut ternyata juga sama. Lagi-lagi banyak pihak salah membaca menyusul bangkrutnya raksasa Shipping Lines, Hanjin (Korea) yang menguasai pangsa pasar 3 persen dunia.

Umumnya para analis menunjuk pelemahan pertumbuhan ekonomi dan melemahnya harga-harga komoditi dunia, yang bahkan mengakibatkan harga kapal anjlok 60 persen dari harga semula.

Akan tetapi, fenomena ini sebenarnya tak berbeda jauh dengan fenomena bisnis taksi, sebab shipping company kini tak perlu lagi mempunyai kapal sendiri. Cukup menjadi operator saja. Jadi, order angkutan barang dari Kalimantan menjadi mahal kalau harus diangkut dengan kapal dari Jakarta. Kini operator cukup mengontak kapal-kapal yang ada di dekat lokasi yang pasti lebih murah.

Dengan strategi ini, Djakarta Lloyd yang dulu juga sempat terancam bangkrut antara 2008-2013 rugi terus dengan total Rp 554 miliar, kini sudah kembali sehat dengan catatan keuangan di tahun 2016 mampu menorehkan laba bersih Rp 40 miliar, sebagai operator company.

Gerak perusahaan operator ini memang tak kelihatan dan begitu luas di seluruh industri dan sektor, tetapi selalu disangkal incumbent. Padahal, perubahan ini sudah mengikuti hukum moore yang terjadi secara eksponensial, supercepat.

Saya harap bulan depan anda sudah bisa membaca kajiannya dalam buku saya yang berjudul Disruption. “Sekalipun Anda Incumbent, dan menghadapi lawan-lawan tak kelihatan, cegah kehancuran sekarang juga.”

Saya harap Anda bersabar dulu. Jadi ini adalah sebuah era yang membutuhkan disruptive regulation, disruptive mindset, dan disruptive marketing.

Mari Kita Kenali Ciri-Cirinya

Pertama, teknologi mengubah kita semua dari peradaban time series menjadi real time. Time series statistic menghasilkan indikator-indikator lagging (ketinggalan). Ia menghitung dengan benar, tetapi basis datanya adalah masa lalu.

Peradaban real time bisa menghasilkan indikator-indikator kekinian (current indicator), saat ini, yaitu saat kita menghadapinya sehingga lebih relevan untuk membuat keputusan. Ini tentu berkat teknologi big data analitycs.

Kedua, dulu untuk berbisnis, Anda harus memilikinya sendiri. Kini Anda bisa saling memanfaatkan resources.

Ketiga dulu, teknologi tak memungkinkan kesegeraan. Kita semua harus antri (on the lane), sabar dan rela menunggu. Kini, Anda hidup dalam on demand economy. Jarak sudah mati, stok, data, dan armada, sudah dipindahkan ke dekat lokasi yang membutuhkannya. Teknologi dan algoritma data besar memungkinkan bagi kita untuk melakukannya.

Keempat, kurva supply-demand yang dulu Anda pelajari adalah permintaan-dan-penawaran tunggal. Kini kita hidup dalam dunia apps yang pada saat bersamaan dikerjakan oleh puluhan, bahkan ribuan jejaring.

Kelima, musuh-musuh Anda (kompetitor) sudah tak lagi kelihatan. Mereka langsung masuk ke sasaran-sasaran utama, kepada konsumen, door to door, langsung. Seperti Uber yang tak kelihatan, tak berbendera, tak bertanda apa-apa.

Sekali lagi, sejak dunia mengenal hukum Moore, disruption ini bersifat eksponensial, bukan linear. Artinya supercepat. Bayangkan apa jadinya kalau Anda terlalu lama membuat keputusan, desain perusahaan rigid dan statik, dan pegawai Anda bermental passenger?

Selamat Tahun Baru, 2017. Happy Holiday.

Rhenald Kasali, Guru Besar Ilmu Manajemen UI

@Rhenaldkasali


Hgghkkgg

Sumber:  http://m.liputan6.com/bisnis/read/2688829/opini-ekonomi-indonesia-hadapi-lawan-lawan-tak-kelihatan?utm_source=App&utm_medium=WhatsApp&utm_campaign=Share

PLN Tingkatkan Rasio Elektrifikasi dari Panasbumi

NetizenPosts,Manado, 27/12/2016 ;

Demi mencapai target bauran energi baru terbarukan sebesar 23% pada tahun 2025, PLN terus berupaya untuk mengembangkan pembangkit listrik yang ramah lingkungan. Salah satunya yaitu pengelolaan Pembangkit Listrik Tenaga Panas bumi (PLTP) Lahendong unit 1-4 berkapasitas total 80 MW yang terletak di Kecamatan Lahendong Kota Tomohon, Sulawesi Utara.

Lebih dari 15 tahun PLN sudah mengelola unit 1 hingga 4 Lahendong dan hingga kini pembangkit yang berasal dari panas bumi tersebut tiap tahunnya mampu memproduksi listrik hingga 520 GWh.

Jumlah tersebut akan meningkat sejalan dengan pembelian listrik yang dilakukan oleh PLN dari Pembangkit Listrik Panas Bumi (PLTP) Lahendong 5 dan 6 berkapasitas 2 x 20 MW. Dengan pembelian ini, total kapasitas energi yang disalurkan oleh PLN untuk masyarakat sebesar 120 MW dan dapat memenuhi kurang lebih 240 ribu kepala rumah tangga di Minahasa.


netizenposts-sofyan-basir-dirut-pln

Direktur Utama PLN, Sofyan Basir


“Pembelian listrik dari Pembangkit yang berasal dari energi baru terbarukan adalah wujud nyata PLN untuk mendukung pemanfaatan energi yang ramah lingkungan, hal ini juga sekaligus merupakan bentuk pelayanan kami kepada masyarakat terkait peningkatan rasio elektrifikasi khususnya wilayah Sulawesi Utara dan Gorontalo” Ujar Direktur Utama PLN Sofyan Basir, Selasa (27/12).

Ia menambahkan, terkait Energi Baru Terbarukan (EBT) PLN telah mencanangkan pengembangan pembangkit listrik berbasis EBT sebesar 22.000 MW hingga tahun 2025. Peningkatan kapasitas produksi pembangkit listrik berbasis EBTakan bersumber utama dari panas bumi, yaitu sebesar 6200 MW. Saat ini PLN telah mengoperasikan PLTP dengan kapasitas sebesar 600 MW atau 40% dari total 1500 MW kapasitas terpasang di Indonesia.

Sementara itu, ” khusus untuk wilayah Sulawesi sendiri, PLN juga berencana akan membangun PLTP Kotamabagu 80 MW, PLTP Marana 20 MW dan Bora Pulu 40 MW. Dengan total kapasitas 140 MW”, tutup Sofyan.

(: Ram Julio, NP-01-003/2016)