12 Falsafah hidup Jawa untuk Membangun Kedamaian Hidup

 

NetizenPosts, Jakarta, 13/1/2017, 8.58 WIB ;

 

Seorang Netizen mengirimkan petuah lama yang tumbuh di masyarakat Jawa.
Semoga mengingatkan kita…

[1] URIP IKU URUP
[Hidup itu nyala, hidup itu hendaknya memberi manfaat bagi orang lain di sekitar kita]

[2] MEMAYU HAYUNING BAWONO, AMBRASTA DUR HANGKORO
[Harus mengusahakan keselamatan, kebahagiaan dan kesejahteraan serta memberantas sifat angkara murka, serakah dan tamak]

[3] SURA DIRA JOYONINGRAT, LEBUR DENING PANGASTUTI
[Segala sifat keras hati, picik, angkara murka hanya bisa dikalahkan dengan sikap bijak, lembut hati dan sabar]

[4] NGLURUK TANPO BOLO, MENANG TANPA NGASORAKE, SEKTI TANPA AJI-AJI, SUGIH TANPA BONDHO
[Berjuang tanpa perlu membawa massa, Menang tanpa merendahkan/ mempermalukan, Berwibawa tanpa mengandalkan kekuasaan/kekuatan/kekayaan/ keturunan, Kaya tanpa didasari hal2 yg bersifat materi]

[5] DATAN SERIK LAMUN KETAMAN, DATAN SUSAH LAMUN KELANGAN
[Jangan gampang sakit hati manakala musibah menimpa diri, Jangan sedih manakala kehilangan sesuatu]

[6] OJO GUMUNAN, OJO GETUNAN, OJO KAGETAN, OJO ALEMAN
[Jangan mudah terheran-heran, Jangan mudah menyesal, Jangan mudah terkejut dgn sesuatu, Jangan kolokan atau manja]

[7] OJO KETUNGKUL MARANG KALUNGGUHAN, KADONYAN LAN KEMAREMAN
[Janganlah terobsesi atau terkungkung dengan kedudukan, materi dan kepuasan duniawi]

[8] OJO KUMINTER MUNDAK KEBLINGER, AJA CIDRA MUNDAK CILAKA
[Jangan merasa paling pandai agar tidak salah arah, Jangan suka berbuat curang agar tidak celaka]

[9] OJO MILIK BARANG KANG MELOK, AJA MANGRO MUNDAK KENDHO
[Jangan tergiur oleh hal2 yg tampak mewah, cantik, indah dan jangan berfikir gamang/plin-plan agar tidak kendor niat dan kendor semangat]

[10] OJO ADIGANG, ADIGUNG, ADIGUNO
[Jangan sok kuasa, sok besar/kaya, sok sakti].

[11] ALANG ALANG DUDU ALING ALING , MARGINING KAUTAMAN.
[Persoalan persoalan dlm kehidupan bukan penghambat , jalannya kesempurnaan].

[12] SOPO WERUH ING PANUJU sasat SUGIH PAGER WESI.
( Dalam kehidupan siapa yg punya cita2 luhur, jalannya seakan tertuntun….).

Semoga Bermanfaat.


 

(: NP-01-001/2017)

Advertisements

Gunung Menumbing, Wisata Sejarah Bung Karno

 

Oleh: Petrus Samosir

NetizenPosts, Jakarta, 29/12/2016, 17.53;

Gunung Menumbing terletak di Desa Air Belo, Kecamatan Mentok, Kabupaten Bangka Barat, Kepulauan Bangka Belitung. Gunung Menumbing merupakan tempat pengasingan Bung Karno dan Bung Hatta oleh belanda pada tahun 1948 – 1949 Di Pulau Bangka.


IMG-20161229-WA0004.jpg

Penulis di depan meja kerja Bung Karno


 

Gunung Menumbing menyimpan saksi sejarah perjuangan kala melawan penjajah belanda. di tempat inilah para pemimpin bangsa menyusun strategi setelah ibukota RI, kala itu Yogyakarta, diduduki oleh belanda.

Untuk para pengunjung atau wisatawan Gunung Menumbing wajib datang ke Wisma Manumbing karena tempat tersebut terdapat banyak barang peninggalan Bung Karno dan Bung Hatta. Di dalam wisma ini terdapat ruangan rapat yang lumayan luas, kendati kursi dan mejanya sudah tidak asli. kemudian mobil Ford yang pernah digunakan oleh Ir. Soekarno. Terdapat juga kamar tempatnya bekerja dan tidur di wisma tersebut. Di teras wisma terdapat sebuah lonceng tua yang diikat di sisi tembok. Konon sejarahnya lonceng ini dahulu biasa di bunyikan untuk memanggil tentara belanda untuk berkumpul.


 

IMG-20161229-WA0003.jpg

Penulis di depan Mobil Ford Bung Karno


 

Pada gunung ini terdapat tempat peristirahatan Bung Karno yang bernama Jati Wisata. Wisma atau tempat pengasingan bung Karno tersebut dijaga oleh keluarga dari Abdi Dalem Keraton Yogyakarta yang terus dilestarikan dari generasi ke generasi, yang dari awal bertanggung jawab untuk menjaga bung Karno dan bung Hatta selama pengasingan di bangka agar aman. Di belakang wisma terdapat panorama yang indah, dimana saat anda naik ke atas akan terlihat pemandangan hutan yang sangat hijau dan kota bangka barat dari ketinggian. Ketika malam tiba lampu-lampu akan menghiasi kota yang bersejarah tersebut.


 

img-20161229-wa0005

Penulis bersama istri di depan ikon Bukit Menumbing.


 

Untuk masuk kedalam bangunan anda dipungut biaya sebesar Rp. 2500/orang. Di luar ruangan juga terdapat tempat Bung Karno menulis dan membaca. Pada kamar terdapat 1 kamar mandi, Lemari dan lain-lain. Untuk menuju ke lokasi anda harus melapor terlebih dahulu di Pos 1 atau pintu masuk wisata jika anda membawa mobil. Hal ini di karenakan jalan menuju lokasi sangat sempit yang hanya bisa di lewati oleh 1 kendaraan saja. Jika anda menggunakan mobil waktu yang dapat anda tempuh menuju lokasi selama 15 menit untuk sampai ke puncak, tetapi jika anda berjalan kaki dapat menempuh waktu untuk sampai selama 1 jam di perjalanan. Jadi, pergi dan pulang anda dapat menghabiskan waktu selama 2 jam.

Di sisi jalan terdapat pohon-pohon menjulang dengan batu-batu besar yang berbentuk unik mengantar anda sampai ke atas atau tujuan anda. Cuaca di Lokasi ini cukup dingin, jadi alangkah baiknya juka pengunjung menggunakan pakaian hangat. (***)

(NP-01-002/2016)