Daerah Penghasil Migas Antusias Sambut Participating Interest 10% pada Wilayah Kerja Migas di Daerahnya

NetizenPosts, Jakarta, 26/01/2017, 18.58 WIB ; 

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan menerima audiensi Asosiasi Daerah Penghasil Migas (ADPM) terkait dengan telah diterbitkannya Peraturan Menteri (Permen) ESDM Nomor 37 Tahun 2016 tentang Ketentuan Penawaran Participating Interest 10% (sepuluh persen) pada Wilayah Kerja Minyak dan Gas Bumi, di Kantor Kementerian ESDM (26/1).

Permen Nomor 37 Tahun 2016 mendapatkan sambutan yang sangat baik dari Pemerintah Daerah, karena mengatur dengan ketat dan jelas agar PI 10% benar-benar memberikan manfaat nyata bagi masyarakat dan Pemerintah Daerah setempat.

Untuk itu, Negara memfasilitasi Badan Usaha Milik Daerah (BUMD) yang ditunjuk Pemerintah Daerah untuk memiliki participating interest pada suatu Wilayah Kerja Migas.

Gubernur Kalimantan Timur, Awang Faroek, selaku Ketua Umum ADPM mengungkapkan antusiasme dan kegembiraannya atas keluarnya Permen ini, karena daerah penghasil sumber energi dapat menikmati sumber daya yang dimilikinya. “Kami memberikan apresiasi kepada Bapak Presiden melalui Menteri ESDM yang telah mengeluarkan Permen 37 Tahun 2016. Permen ini sangat penting bagi daerah penghasil migas khususnya kami di Kaltim, sehingga daerah bisa bekerjasama dengan Pertamina dalam pengelolaan Blok Mahakam, tidak dengan swasta. Kami tidak kena bunga yang memberatkan karena 0% bunganya”, ungkap Awang saat menyampaikan hasil pertemuannya.

Gubernur Kaltim juga menyampaikan bahwa telah sejalan dengan Menteri ESDM, daerah penghasil harus dapat menikmati kekayaan alam di daerahnya. “Semua daerah ingin agar daerah penghasil bisa menikmati sumber daya alamnya terutama energi, baik berupa migas, batubara untuk kesejahteraan rakyat. Tidak layak daerah penghasil listriknya masih byarpet” ujar Gubernur Kaltim.

“Kita sudah puluhan tahun berjuang untuk ini. Pak Jonan baru duduk sudah mewujudkannya,” tambah Awang Faroek.

Wakil Gubernur Jawa Barat Dedy Mizwar juga mengungkapkan antusiasme yang besar terhadap Permen ini. “Dibanding dengan yang dulu, ini lebih baik karena PI 10% ditalangi dulu oleh partner utama tanpa bunga. Ini kebijakan yang luar biasa, kita tidak lagi menjadi penonton, hal ini cukup berkeadilan”, ungkapnya.

Participating Interest 10% (PI10%) adalah besaran maksimal sepuluh persen participating interest pada Kontrak Kerja Sama yang wajib ditawarkan oleh Kontraktor kepada BUMD atau Badan Usaha Milik Negara (BUMN).

Sesuai dengan pasal 34 Peraturan Pemerintah Nomor 35 Tahun 2004 tentang Kegiatan Usaha Hulu Minyak dan Gas Bumi, sejak disetujuinya rencana pengembangan lapangan yang pertama dari satu wilayah kerja, kontraktor wajib menawarkan PI 10% kepada BUMD.

Permen Menteri ESDM No. 37 Tahun 2016 memberikan kejelasan tentang ketentuan pelaksanaan penawaran PI 10 % kepada daerah serta memberikan batasan-batasan yang jelas yang dapat diikuti oleh semua pihak. Permen ini juga menjelaskan syarat yang harus dipenuhi oleh BUMD, ketentuan penawaran, tata cara penawaran, dan juga tata cara pengalihan PI 10%.

“Ini semua tidak lain agar daerah menikmati kekayaan migasnya, untuk mewujudkan kesejahteraan rakyat,” jelas Menteri ESDM Ignasius Jonan.

Menurut Jonan, daerah bisa saja mendapatkan saham lebih dari 10%, tapi itu sepenuhnya b to b. Yang mandatory adalah 10%.

Hadir pula pada audiensi tersebut Sekretaris Jenderal ADPM Andang Bachtiar, Wakil Bupati Blora, Bupati Bulungan, Walikota Bontang, Bupati Banggai, dan wakil dari Kabupaten Bengkalis.(***)

 


(: Ben Gentolet, NP-2017)

Advertisements

BP Energy Outlook: Dimulainya Masa Peralihan Energi

NetizenPosts, Jakarta, 26/01/2017, 16.49 WIB ;

Permintaan energi global akan meningkat 30% pada tahun 2035, sebagian besar dipengaruhi oleh meningkatnya tingkat kemakmuran di beberapa negara berkembang melalui efisiensi energi
· Peningkatan teknologi dan perhatian terhadap lingkungan juga menjadi penyebab kerap berubahnya permintaan sumber daya energi, namun minyak dan gas bumi, bersamaan dengan batubara tetap merupakan sumber energi utama hingga tahun 2035 mendatang
· Gas bumi berkembang lebih cepat dibandingkan minyak atau batubara; pesatnya peningkatan LNG dipengaruhi oleh tren pasar gas bumi terintegrasi, terutama oleh harga gas bumi Amerika Serikat
· Permintaan akan minyak kian meningkat namun berjalan lambat; pertumbuhan permintaan sampai dengan tahun 2030 disebabkan oleh penggunaan minyak untuk sektor non-pembakaran menggantikan sektor transportasi
· Pemakaian batubara global mencapai titik tertinggi, sementara sumber daya terbarukan tetap menjadi sumber energi yang tumbuh kian pesat, meningkat empat kali lipat dalam 20 tahun ke depan
· Sektor tenaga listrik mengisi kurang lebih dua per tiga dalam tren peningkatan energi
· Emisi karbon bertumbuh sepertiga lebih sedikit dalam 20 tahun terakhir, merefleksikan baik pada sisi efisiensi energi dan perubahan campuran bahan bakar, tetapi di atas kertas tetap diproyeksikan untuk terus meningkat dengan fokus pada kebutuhan akan kebijakan lebih lanjut.

“Tataran energi global sedang berubah. Kebutuhan energi beralih dari pusat-pusat energi tradisional ke pasar yang bertumbuh cepat. Bauran energi sedang bergerak, yang dipengaruhi oleh perkembangan teknologi dan kepedulian lingkungan. Lebih jauh lagi, industri kita perlu beradaptasi untuk menyiasati tren kebutuhan energi yang berubah-ubah,” papar Bob Dudley, group chief executive BP.

Menurut BP Energy Outlook yang diterbitkan hari ini, permintaan energi global akan meningkat 30% pada tahun 2015 hingga 2035, dengan peningkatan rata-rata 1,3% per tahun. Namun demikian, peningkatan permintaan energi ini lebih rendah dibandingkan peningkatan 3,4% per tahun yang diharapkan dari acuan GDP dunia, yang disebabkan oleh tingkat perbaikan teknologi dan kepedulian lingkungan.

BP Energy Outlook menilik pada tren energi dan peningkatan proyeksi atas pasar energi dunia dalam dua dekade ke depan. Edisi 2017 diluncurkan di London hari ini, oleh Spencer Dale, group chief economist dan Bob Dudley, group chief executive BP.
Sumber Utama Energi

Selain bahan bakar non-fosil yang akan mengisi separuh peningkatan pasokan energi dalam 20 tahun ke depan, BP Energy Outlook juga memaparkan besarnya prospek minyak dan gas bumi, bersama dengan pasokan batubara, yang dianggap akan menjadi sumber daya yang paling memotori ekonomi dunia, dengan proyeksi pasokan energi sebesar 75% di tahun 2035, dibandingkan dengan 86% pasokan pada 2015.

Permintaan bahan bakar Minyak meningkat kurang lebih 0,7% per tahun, walau tren ini diproyeksikan melambat dalam beberapa periode. Sektor transportasi akan terus mengkonsumsi hampir seluruh pasokan minyak dunia sebesar 60% pada tahun 2035. Namun demikian, penggunaan minyak untuk sektor non-pembakaran, terutama bidang petrokemia, akan mengambil alih peningkatan pasokan minyak dunia pada awal 2030an.

“Kemungkinan digunakannya pasokan minyak pada tahun 2030an bukan lagi difokuskan untuk menggerakkan mobil, truk atau pesawat terbang, namun dipakai pula sebagai salah satu bahan pembuatan produk seperti plastik dan kain; suatu perbedaan tren yang cukup jauh dari masa lalu,” jelas Spencer Dale.

Dalam Outlook ini, tren Gas Bumi bertumbuh lebih cepat dibanding minyak atau batubara, dengan peningkatan permintaan rata-rata sebesar 1,6% per tahun. Gas kini menjadi salah satu bahan energi utama dan mulai melampaui batubara sebagai sumber bahan bakar terbesar kedua pada 2035. Tingkat penjualan Shale gas mengalami pertumbuhan sebesar dua per tiga pasokan gas bumi dunia, disebabkan oleh peningkatan yang terjadi di Amerika Serikat. Peningkatan LNG, yang dipengaruhi oleh meningkatnya pasokan di Australia dan Amerika Serikat, akan berujung pada pasar gas bumi terintegrasi yang dipengaruhi oleh tren harga gas bumi Amerika Serikat.

Pemakaian Batubara diproyeksikan mencapai titik tertingginya pada pertengahan 2020an, sebagian besar dipengaruhi oleh beralihnya Cina pada pemakaian bahan bakar berkarbon rendah dan lebih ramah lingkungan. India merupakan pasar pemakai batubara terbesar dari keseluruhan pemakaian di dunia, meningkat 10% pada 2015 dan 20% pada 2035.

Energi terbarukan diproyeksikan menjadi sumber daya yang paling cepat pertumbuhannya, dengan tingkat pertumbuhan sebesar 7,6% per tahun, meningkat empat kali lipat seiring meningkatnya kompetisi antara bahan bakar solar dan angin. Cina merupakan sumber terbesar peningkatan energi terbarukan dalam 20 tahun ke depan, lebih besar dibandingkan gabungan wilayah Uni Eropa dan Amerika Serikat.

Topik Yang Mengemuka

Outlook ini juga menggarisbawahi banyaknya pertanyaan dan ketidakpastian dalam peralihan energi yang tengah berlangsung saat ini.

Minyak: Perubah Dinamika Permintaan dan Pasokan

Pertumbuhan akan permintaan minyak sampai dengan tahun 2035 datang dari pasar baru yang bertumbuh cepat, dimana separuhnya berasal dari Cina.

Sektor transportasi menempati dua per tiga permintaan pasokan bahan bakar minyak dunia. Permintaan minyak untuk mobil meningkat 4 juta barel per hari seiring dengan berlipat gandanya jumlah armada kendaraan dunia. Jumlah mobil elektrik diasumsikan meningkat dari 1,2 juta pada 2015 hingga mencapai 100 juta unit pada 2035 (sekitar 5% dari armada mobil di seluruh dunia). BP Energy Outlook menggambarkan dua skenario dampak revolusi mobilitas yang mempengaruhi pasar mobil, termasuk kendaraan oto-kemudi, kendaraan bersama dan ride pooling.

“Dampak adanya mobil listrik, bersamaan dengan aspek lain dari revolusi mobilitas, seperti kendaraan oto-kemudi, kendaraan bersama dan ride pooling, justru merupakan salah satu kunci ketidakpastian yang menyelimuti gambaran masa depan akan pemakaian bahan bakar minyak,” tambah Spencer Dale.

Melambatnya tingkat permintaan bahan bakar minyak sangat kontras jika dibandingkan dengan meluapnya sumber daya minyak di seluruh dunia. Outlook ini memprediksi besarnya pasokan bahan bakar minyak dapat menyebabkan produsen-produsen berbiaya rendah seperti OPEC, Rusia dan Amerika Serikat menggunakan tren ini sebagai senjata dalam kompetisi untuk meningkatkan pangsa pasar mereka dibandingkan para produsen berbiaya tinggi.

Gas Bumi: Kemunculan Pasar Global

Gas bumi terus bergerak melampaui batubara, didukung oleh kebijakan-kebijakan ekonomi yang mengedepankan perubahan baik dalam industri maupun pengadaan tenaga. Peningkatan signifikan terutama datang dari Cina, Timur Tengah dan Amerika Serikat.

Di Cina, pertumbuhan konsumsi gas bumi melampaui produksi domestik, sehingga pada tahun 2035 gas bumi impor mengisi 40% dari total konsumsi, meningkat dari 30% sejak 2015. Di Eropa, hasil dari kegiatan impor meningkat dari 50% pada 2015 menjadi 80% pada 2035.

Outlook ini memperkirakan pasokan LNG untuk meningkat secara cepat lebih menjadi separuh dari transaksi gas bumi pada 2035. Pertumbuhan ini disebabkan oleh adanya pasokan dari Amerika Serikat, Australia dan Afrika. Sekitar sepertiga dari pertumbuhan ini akan terjadi dalam empat tahun mendatang dari berbagai proyek yang tengah dalam pengembangan.

Emisi Karbon: perlunya kebijakan lebih lanjut

Emisi karbon diproyeksikan tumbuh kurang dari sepertiga dari angka dalam 20 tahun terakhir, dengan perbandingan antara peningkatan rata-rata 0,6% per tahun dengan 2,1% per tahun, yang disebabkan oleh peningkatan efisiensi energi dan perubahan bauran bahan bakar.

Jika hal ini dapat diwujudkan, maka hal ini akan menjadi tingkat pertumbuhan emisi paling lambat dalam periode 20 tahun terakhir sejak pertama kali dimulai pada tahun 1965. Namun demikian, emisi karbon dari pemakaian energi tetap diproyeksikan untuk tumbuh sekitar 13%. Hal ini jauh melebihi ekspektasi ‘Skenario 450’ oleh IEA yang meramalkan emisi karbon harus turun 30% pada 2035 untuk mencapai tujuan yang ditetapkan di Paris. Outlook ini mengemukakan dua buah alternatif situasi yang akan menggambarkan implikasi-implikasi yang akan terjadi jika peralihan menuju kondisi berkarbon rendah terjadi lebih cepat.

“Waktu dan bentuk dari kebijakan pemerintah dalam menyiasati masa peralihan ini sangatlah penting,” ungkap Bob Dudley. “Di BP, kami senantiasa percaya bahwa harga karbon memiliki peranan penting, karena akan memberikan timbal balik bagi semua orang – baik produsen maupun konsumen – dalam memainkan peranan mereka di pasar global.”(***)

 


(: Ben Gentolet, NP-2017)

Kunjungi STEM Akamigas di Cepu, Menteri ESDM: Berkaryalah untuk Kemajuan Indonesia

NetizenPosts, Jakarta, 21/1/2017, 5.55 WIB

Menteri Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM) Ignasius Jonan melakukan kunjungan kerja ke Sekolah Tinggi Energi dan Mineral (STEM) Akamigas di Cepu, Blora, Jawa Tengah, dan Lapangan Minyak dan Gas Bumi Banyu Urip di Bojonegoro, Jawa Timur, Jumat (20/1).

Mengawali kunjungan kerja di dua provinsi di Pulau Jawa tersebut, Menteri ESDM bertemu dengan civitas akademika STEM Akamigas. Sekitar 700 mahasiwa dan 120 Pegawai Negeri Sipil di STEM Akamigas menyambut kedatangan Menteri ESDM yang didampingi oleh Kepala Badan Pengembangan Sumber Daya Manusia (BPSDM) ESDM Djadjang Sukarna dan Ketua STEM Akamigas RY Perry Burhan.

Dalam kegiatan yang berlangsung di Grha Oktana STEM Akamigas tersebut, Menteri Jonan memberi arahan supaya Mahasiswa STEM Akamigas dapat menghasilkan karya di kemudian hari untuk kemajuan Indonesia. “Apapun bentuknya, sekolah itu adalah bisa berkarya setelah lulus,” tutur Menteri ESDM. Menteri Jonan juga berpesan kepada Kepala BPSDM supaya dapat menyurati SKK Migas untuk memberikan referensi kepada mahasiswa STEM Akamigas yang berprestasi untuk dapat bekerja di Kontraktor Kontrak Kerja Sama (KKKS) minyak dan gas (migas) yang ada di Indonesia.

Di samping itu, Menteri ESDM juga mendorong supaya kualitas pengajaran yang berlangsung di STEM Akamigas menjadi lebih baik. “Guru di sini dalam satu bulan dikirim ke KKKS untuk belajar, supaya tahu perkembangan dunia migas terkini. Setiap eselon I wajib mengajar selama 3 jam dalam satu tahun. Termasuk juga ahli dari KKKS supaya ikut mengajar di sini,” ujar Menteri ESDM.

Menteri Jonan juga berpesan kepada seluruh civitas akademika STEM Akamigas untuk dapat selalu mengikuti perkembangan sektor migas. Pemerintah, ujar Jonan, saat ini berpikir bahwa Production Sharing Contract (PSC) skema Cost Recovery sudah kuno dan tidak mengajarkan bahwa bekerja harus efektif dan efisien dari segi biaya. “Dunia ini berkembang cepat sekali perpikir selalu mengikuti perkembangan zaman,” pesan Jonan.

Menteri Jonan juga mengajak peserta yang hadir untuk berkaca kepada Persatuan Emirat Arab (PEA). “Kemarin saya mengunjungi PEA. Di PEA konsumsi migas hanya 5 persen (dari produksi migas nasional PEA). Itu pun sudah berpikir bagaimana tidak lagi menggunakan minyak, padahal mereka negara yang sangat kaya minyak,” lanjutnya. Di akhir paparan, Menteri ESDM ingin supaya STEM Akamigas menjadi sekolah yang luar biasa.

Usai paparan, Menteri ESDM meninjau pameran yang diselenggarakan oleh mahasiswa dari lima Program Studi (Prodi) yang ada di STEM Akamigas. Pameran tersebut memamerkan, antara lain perkembangan teknologi di industri migas, serta karya dan prestasi yang diraih STEM Akamigas. Setelah peninjauan tersebut, Menteri Jonan melakukan penanaman pohon di halaman STEM Akamigas. Usai menjalani seluruh rangkaian acara di STEM Akamigas, Menteri ESDM besert rombongan bersiap-siap melanjutkan kunjungan kerja ke Lapangan Migas Banyu Urip Exxon Mobil Cepu Limited di Bojonegoro.

STEM Akamigas telah berdiri sejak tahun 1967. Kegiatan pendidikan di sektor ESDM dilakukan melalui lima Prodi, yakni Prodi Teknik Produksi Migas, Teknik Pengolahan Migas, Teknik Instrumentasi Kilang, Teknik Mesin Kilang, dan Logistik Minyak dan Gas. Adapun sasaran pendidikan dari Sekolah Tinggi ini adalah masyarakat umum, masyarakat industri sektor ESDM serta PNS atau Calon PNS Pemerintah Pusat dan Pemerintah Daerah yang akan dididik menjadi Sarjana Sains Terapan.(***)


 

(: Ben Gentolet, NP-2017)

Pertamina mengadakan International Learning Conference 2017

 

NetizenPosts, Yogyakarta, 18/1/2017, 14.22 WIB ;

Mengawali tahun 2017, PT Pertamina (Persero) mengadakan konferensi kepemimpinan (leadership) bertajuk: Pertamina International Learning Conference 2017, “Leading from ASEAN: From Awareness To Action”.

Acara ini diselenggarakan di Hotel Hyatt Regency, Yogyakarta, 18-20 Januari 2017.

Konferensi yang dihadiri pembicara dari berbagai latar belakang profesional ini mendiskusikan ASEAN Leadership dari sisi bisnis, dunia pendidikan dan prakitisi manajemen. Acara dibuka oleh Tanri Abeng selaku Komisaris Utama PT Pertamina.(Persero) dilanjutkan beberapa pembicara kunci, antara lain: Ahmad Bambang (Wakil Direktur Utama Pertamina), Edwin Hidayat (Deputy BUMN Bidang Energi, Logistik dan Kawasan), Bob Aubrey (Senior Advisor for EFMD).

Dalam sambutannya, Tanri Abeng mengharapkan bahwa konferensi Leadership ini dapat mengupas beberapa tantangan ke depan agar para leaders, khususnya di Pertamina, dapat melahirkan leader baru dan menginspirasi orang lain untuk memimpin.  “A Leader has to produce next leaders and encourage others to become a good leader” kata Tanri.

Sementara itu, Ahmad Bambang mengajak para leaders lebih siap memasuki era disruption.
“Seorang leader harus siap memasuki era yang penuh ketidakpastian ke depan yang dikenal sebagai era disruption.” Ahmad Bambang menambahkan.

Selain diisi pembicara kunci, beberapa Diskusi Panel membahas isue Sumber Daya Manusia dan Kepemimpinan, seperti: CEO Panel: ‘Becoming ASEAN’; Business School Panel: “Tomorrow’s ASEAN Business Leaders”; HR Panel: “Transforming Talent for ASEAN Leadership”; CLO Panel: “Meeting Learning Challenge for ASEAN”.


 

20170118_141237

20170118_141244.jpg

20170118_094013

20170118_120859

Pada hari kedua, acara ini diisi Inspiring Speech, antara lain: “Leading Transformational Change” yang dibawakan Prof Rhenald Kasali. Dilanjutkan dengan beberapa pembicara kunci antara lain: Jan Ginneberge: “The Future of Corporate University”; Prof Dr Hora Tjitra (Managing Director at Tjitra & Associates Asia); Markus Alsleben (Founder at Alsleben Ltd Hong Kong); Iman Usman (Co-Founder of Ruangguru.com).

Dalam acara tiga hari ini juga diselenggarakan workshop dengan tema “Technology and Social Networking for Learning”, Sharing Session Pertamina Talent Development Acceleration.


 

(: NP-001-01/2017)

Pertamina-NU Jalin Kerjasama Pengembangan Ekonomi Umat Berbasis Energi

Netizenposts, Jakarta, 11/1/2017, 21.30 WIB ;

 

PT Pertamina (Persero) dan Nahdlatul Ulama (NU) hari ini menandatangani nota kesepahaman (memorandum of understanding/MoU) yang akan menjadi landasan kedua belah pihak untuk melaksanakan kerjasama pengembangan ekonomi umat terkait dengan pemanfaatan energi dan pengabdian masyarakat.

Penandatanganan nota kesepahaman dilakukan oleh Direktur Utama Pertamina Dwi Soetjipto dan Ketua Umum Pengurus Besar NU Said Aqil Siroj di Kantor PBNU Jakarta hari Rabu, (04/01).

Vice President Corporate Communication Pertamina Wianda Pusponegoro mengatakan dengan basis dukungan masyarakat yang mencapai lebih dari 40 juta jiwa berbagai lapisan kalangan, menjadikan NU sebagai salah satu organisasi kemasyarakatan yang cukup berpengaruh di Indonesia, baik dalam konteks sosial maupun ekonomi. Dengan posisi tersebut, Pertamina sebagai BUMN energi Indonesia tergerak untuk bekerjasama dalam melakukan optimalisasi pengembangan, pemanfaatan, dan konservasi energi.


netizenposts-wianda-pertamina

Wianda Pusponegoro, VP Corporate Communication PT Pertamina (Persero)


 

“Dengan nota kesepahaman ini diharapkan melahirkan sinergi dan kerjasama antara Pertamina dan NU dalam upaya pengembangan ekonomi umat dengan fokus utama pada sektor energi dan pengabdian masyarakat,” ungkap Wianda.

Wianda memaparkan lingkup potensi kerjasama untuk nota kesepahaman yang berlaku selama lima tahun ini meliputi pengembangan usaha niaga, investasi, dan pembangunan pada sektor migas; pengembangan, investasi dan pemanfaatan energi baru dan terbarukan serta konservasi energi; dan pengabdian masyarakat yang diorientasikan pada peningkatan kualitas sumber daya manusia, lingkungan dan kemaslahatan umat. (***)


 

(: Ram Julio, NP-2017)

Cadangan Devisa Akhir Desember Naik Menjadi US$116,4 Miliar

NetizenPosts, Jakarta, 9/1/2017, 17.22 WIB;

Posisi cadangan devisa Indonesia akhir Desember 2016 tercatat sebesar US$116,4 miliar, lebih tinggi dibandingkan dengan posisi akhir November 2016 yang sebesar US$111,5 miliar.

Peningkatan tersebut dipengaruhi penerimaan cadangan devisa, antara lain berasal dari penerbitan global bonds dan penarikan pinjaman luar negeri pemerintah, serta penerimaan pajak dan devisa migas, yang melampaui kebutuhan devisa untuk pembayaran utang luar negeri pemerintah dan SBBI valas jatuh tempo.

Posisi cadangan devisa per akhir Desember 2016 tersebut cukup untuk membiayai 8,8 bulan impor atau 8,4 bulan impor dan pembayaran utang luar negeri pemerintah, serta berada di atas standar kecukupan internasional sekitar 3 bulan impor.

Bank Indonesia menilai cadangan devisa tersebut mampu mendukung ketahanan sektor eksternal dan menjaga kesinambungan pertumbuhan ekonomi Indonesia ke depan.
Jakarta, 9 Januari 2017
Departemen Komunikasi

Tirta Segara
Direktur Eksekutif BI


Total E&P Indonesie (TEPI) Berganti Pucuk Pimpinan

NetizenPosts, Jakarta, 5/1/2027, 14.35 ;

Total E&P Indonesie (TEPI) mengganti pucuk pimpinan sejak awal tahun ini. Presiden & General Manager TEPI kini dijabat oleh Arividya Noviyanto dan sekaligus Group Representative untuk Indonesia yang baru. Ia menggantikan Hardy Pramono (2014 – 2016), yang akan memasuki masa persiapan pensiun.


 

netizenposts-hardy-pramono-tepi

Hardy Pramono

 

netizenposts-arividya-noviyanto-tepi

Arividya Noviyanto


 

Arividya Noviyanto, yang efektif memegang posisi baru ini sejak 1 Januari 2017, sebelumnya menjabat Vice President of Finance, Human Resources, General Services, and Communication di TEPI.

Menurut Arividya, prioritas utama TEPI tahun 2017 ini adalah menahan penurunan produksi di Blok Mahakam.

“Selain itu saat yang penting ini memastikan bahwa proses transfer operator Blok Mahakam ke Pertamina dapat berlangsung mulus,” kata dia dalam keterangan resminya, Kamis (5/1).

Untuk tahun 2017, TEPI memproyeksikan produksi di Blok Mahakam mencapai 1,43 BCFD untuk gas, dan 53.000 BOD untuk likuid sebagaimana dinyatakan dalam Rencana Kerja dan Anggaran 2017 (WP&B 2017.

“Kami memproduksi minyak dan gas di blok yang sudah mature, sehingga penurunan produksi secara alamiah adalah tantangan yang harus kami kelola,” kata Arividys
Arividya juga mengatakan tahun ini investasi TEPI akan lebih rendah dibandingkan 2016. Penyebabnya adalah situasi harga minyak dunia dan kontrak bagi hasil (PSC) yang menjelang berakhir.

Pada 2016, TEPI membukukan prestasi yakni sepanjang tahun tanpa Lost Time Injury/LTI. “Pencapaian yang bagus ini berkat kami menerapkan secara ketat prinsip-prinsip Kesehatan, Keselamatan dan Kelestarian Lingkungan sebagai nilai utama. Kami akan tetap meneruskan perilaku dan budaya itu sambil tetap menerapkan pula good governance, compliance, serta operational excellences,” kata Arividya Noviyanto.

Arividya merupakan Alumni Institut Pertanian Bogor (masuk tahun 1983 di jurusan Teknik Industri) dan Magister Management Universitas Indonesia (lulus 1995). Ia bergabung di TEPI pada tahun 1994 sebagai Senior Cost Controller.(***)

(: Ben Gentolet, NP-01-002/2017)

Freeport Indonesia Sabet 2 Rekor MURI

Netizenposts, Jakarta, 29/12/2026 5:56 ;

Pabrik peleburan dan pemurnian (smelter) tembaga PT Freeport Indonesia (PTFI) menerima piagam Museum Rekor Dunia-Indonesia (MURI) pada hari Rabu, 28 Desember 2016, di Jakarta.

Piagam MURI diserahkan oleh Ketua Umum MURI Jaya Suprana kepada
Presiden Direktur Freeport Indonesia Chappy Hakim, terkait PT Smelting
Gresik yang didirikan oleh PTFI.

Piagam MURI yang diterima oleh PTFI kali ini penghargaan untuk dua rekor nasional baru, pertama PTFI sebagai pembangun dan pemilik smelter tembaga pertama, kedua PTFI sebagai pemasok tunggal konsentrat tembaga terbesar.

Presiden Direktur PTFI Chappy Hakim menyambut baik Piagam MURI yang diterima ini sebagai bentuk apresiasi terhadap PTFI yang telah membangun dan mengolah konsentrat tembaga di dalam negeri sejak tahun 1996. “Hal ini juga telah sejalan dengan semangat program hilirisasi yang dicanangkan oleh Pemerintah Indonesia,” lanjut Chappy.

PT Smelting di Gresik, Jawa Timur, merupakan smelter tembaga pertama di Indonesia yang dimiliki oleh PTFI dan konsorsium Jepang. Sejak awal beroperasi, smelter tembaga yang dioperasikan bersama Mitsubishi ini memurnikan rata-rata 40% konsentrat tembaga produksi PTFI. Saat ini PT Smelting memiliki kapasitas pemurnian hingga 1 juta ton konsentrat tembaga per tahun yang seluruhnya berasal dari tambang PTFI di Kabupaten Mimika, Papua. (***)

(: Ram Julio, NP-01-003/2016)


 

Ekonomi Indonesia Hadapi Lawan-Lawan Tak Kelihatan

NetizenPosts, Jakarta, 28/12/2016 ;


Opini ini telah dimuat dalam website Liputan6.com, Jakarta, 27 Desember 2016. Dengan seijin penulis, kami share untuk netizen di NetizenPosts ini.

Selamat membaca tulisan terbaru dari Prof Rhenald Kasali ini!



Proyeksi ekonomi Indonesia 2017 beserta angka-angka pertumbuhan, inflasi, lapangan kerja, peta investasi, dan seterusnya sudah sering Saudara baca.

Demikian juga ancaman dan peluang dari pasca terpilihnya Donald Trump dan dunia yang semakin protektif. Kehidupan berusaha dan berprofesi di tahun-tahun mendatang juga tidak akan lebih mudah karena muncul peta yang sama sekali baru.

Banyak hal-hal baru yang menakutkan incumbents hadir di depan mata. Salah satunya, proses penghancuran melalui inovasi, bisnis model, dan disrupsi.

Lawan-Lawan Tak Kelihatan

Yang jelas para usahawan tengah menghadapi kompetisi baru yang identitasnya tak begitu kelihatan. Seperti Blue Bird dan Express yang kecolongan Grab dan Uber. Lawan itu datang tanpa logo, tanpa pelat nomor kuning, dan tak ada tulisan taksi. Tahu-tahu armada itu sudah besar dan menggerogoti penerimaan perusahaan.

Akibatnya, Express rugi Rp 81 miliar per kuartal ketiga 2016. Sedangkan laba Blue Bird turun dari Rp 625,42 miliar ke Rp 360 miliar pada kuartal ketiga 2016.

Pada 2016 akhir, kita juga mendengar banyak kalangan pemilik hotel yang menyatakan keinginan untuk exit dari industri ini per kuartal III 2016. Alasannya adalah kontraksi dana APBN yang membuat okupansi hotel untuk keperluan meeting pemerintah berkurang.

Faktanya, para traveler pemula (the millenials) tengah beralih dari hunian hotel ke penginapan-penginapan berbasiskan sharing economy, seperti Airbnb dan Couchsurfing. Di Bali, di sepanjang Jalan Sunset Road, tumbuh rumah-rumah kos elite yang ditawarkan dengan pola ini.

Belum lagi restoran-restoran yang kelak akan kehilangan pengunjung dengan tawaran-tawaran makan siang atau malam bersama penduduk di rumah-rumah mereka melalui platform sharing economy.

Lantas, bagaimana dengan produk sehari-hari? Ambil saja produk makanan. Sejak tahun 2009 konsumen kelas menengah dunia sudah mulai meninggalkan makanan dalam kemasan, beralih ke makanan segar dan organik.

Di berbagai kota besar di Indonesia, kita saksikan rombongan tukang sayur bersepeda motor semakin banyak mendatangi kawasan perumahan. Lalu toko buah-buahan segar dan sayuran tumbuh pesat.

Di Amerika Serikat sendiri, sejak tahun itu 25 produsen utama makanan olahan telah kehilangan pendapatan sebanyak US$ 18 miliar.

Di Laut juga Berubah

Masalah dalam angkutan laut ternyata juga sama. Lagi-lagi banyak pihak salah membaca menyusul bangkrutnya raksasa Shipping Lines, Hanjin (Korea) yang menguasai pangsa pasar 3 persen dunia.

Umumnya para analis menunjuk pelemahan pertumbuhan ekonomi dan melemahnya harga-harga komoditi dunia, yang bahkan mengakibatkan harga kapal anjlok 60 persen dari harga semula.

Akan tetapi, fenomena ini sebenarnya tak berbeda jauh dengan fenomena bisnis taksi, sebab shipping company kini tak perlu lagi mempunyai kapal sendiri. Cukup menjadi operator saja. Jadi, order angkutan barang dari Kalimantan menjadi mahal kalau harus diangkut dengan kapal dari Jakarta. Kini operator cukup mengontak kapal-kapal yang ada di dekat lokasi yang pasti lebih murah.

Dengan strategi ini, Djakarta Lloyd yang dulu juga sempat terancam bangkrut antara 2008-2013 rugi terus dengan total Rp 554 miliar, kini sudah kembali sehat dengan catatan keuangan di tahun 2016 mampu menorehkan laba bersih Rp 40 miliar, sebagai operator company.

Gerak perusahaan operator ini memang tak kelihatan dan begitu luas di seluruh industri dan sektor, tetapi selalu disangkal incumbent. Padahal, perubahan ini sudah mengikuti hukum moore yang terjadi secara eksponensial, supercepat.

Saya harap bulan depan anda sudah bisa membaca kajiannya dalam buku saya yang berjudul Disruption. “Sekalipun Anda Incumbent, dan menghadapi lawan-lawan tak kelihatan, cegah kehancuran sekarang juga.”

Saya harap Anda bersabar dulu. Jadi ini adalah sebuah era yang membutuhkan disruptive regulation, disruptive mindset, dan disruptive marketing.

Mari Kita Kenali Ciri-Cirinya

Pertama, teknologi mengubah kita semua dari peradaban time series menjadi real time. Time series statistic menghasilkan indikator-indikator lagging (ketinggalan). Ia menghitung dengan benar, tetapi basis datanya adalah masa lalu.

Peradaban real time bisa menghasilkan indikator-indikator kekinian (current indicator), saat ini, yaitu saat kita menghadapinya sehingga lebih relevan untuk membuat keputusan. Ini tentu berkat teknologi big data analitycs.

Kedua, dulu untuk berbisnis, Anda harus memilikinya sendiri. Kini Anda bisa saling memanfaatkan resources.

Ketiga dulu, teknologi tak memungkinkan kesegeraan. Kita semua harus antri (on the lane), sabar dan rela menunggu. Kini, Anda hidup dalam on demand economy. Jarak sudah mati, stok, data, dan armada, sudah dipindahkan ke dekat lokasi yang membutuhkannya. Teknologi dan algoritma data besar memungkinkan bagi kita untuk melakukannya.

Keempat, kurva supply-demand yang dulu Anda pelajari adalah permintaan-dan-penawaran tunggal. Kini kita hidup dalam dunia apps yang pada saat bersamaan dikerjakan oleh puluhan, bahkan ribuan jejaring.

Kelima, musuh-musuh Anda (kompetitor) sudah tak lagi kelihatan. Mereka langsung masuk ke sasaran-sasaran utama, kepada konsumen, door to door, langsung. Seperti Uber yang tak kelihatan, tak berbendera, tak bertanda apa-apa.

Sekali lagi, sejak dunia mengenal hukum Moore, disruption ini bersifat eksponensial, bukan linear. Artinya supercepat. Bayangkan apa jadinya kalau Anda terlalu lama membuat keputusan, desain perusahaan rigid dan statik, dan pegawai Anda bermental passenger?

Selamat Tahun Baru, 2017. Happy Holiday.

Rhenald Kasali, Guru Besar Ilmu Manajemen UI

@Rhenaldkasali


Hgghkkgg

Sumber:  http://m.liputan6.com/bisnis/read/2688829/opini-ekonomi-indonesia-hadapi-lawan-lawan-tak-kelihatan?utm_source=App&utm_medium=WhatsApp&utm_campaign=Share