Total E&P Indonesia Mentawai Pamit ke Gubernur Bengkulu

NetizenPosts, Jakarta, 29/12/2016, 14.11 ;

Total E&P Indonesia Mentawai B.V. (TEPIM), telah mengakhiri seluruh kegiatan eksplorasi migas di Blok Bengkulu-1 Mentawai, karena hasil pengeboran di Sumur Rendang-1X beberapa waktu lalu tak membuahkan hasil seperti yang diharapkan.
Untuk itu, manajemen TEPIM, yang diwakili oleh Vice President Coordination & External Relations, Agus Suprijanto, bersama dengan Kepala Perwakilan Satuan Kerja Khusus (SKK) Migas Regional Sumatera Bagian Selatan, Tirat Sambu Ichtijar, telah berpamitan dengan Gubernur Bengkulu Dr Ridwan Mukti, di kota Bengkulu, Akhir nopember lalu. Kepada gubernur dilaporkan seluruh tahapan kegiatan di blok eksplorasi tersebut, termasuk besarnya seluruh pengeluaran untuk mengebor satu sumur Rendang-1X senilai US$ 120 juta (non cost recovery).


 

netizenposts-agus-suprijanto-skkmigas

Agus Suprijanto, VP Coordination & External Relation SKKMigas


 

Pada kesempatan itu Agus Suprijanto menyampaikan rasa terima kasih manajemen TEPIM atas dukungan semua pihak terutama Pemerintah Pusat maupun Pemerintah Provinsi Bengkulu terhadap kelancaran kegiatan eksplorasi ini. “Kegiatan eksplorasi dengan biaya yang sangat tinggi ini merupakan wujud komitmen Total mendukung Pemerintah RI dalam mencari cadangan minyak dan gas baru, namun sangat disayangkan tidak ditemukan cadangan hidrokarbon yang ekonomis,” katanya.

Sebagaimana diketahui pengeboran sumur eksplorasi itu, yang menggunakan rig Ocean Monarch, berlangsung pada minggu kedua Juli 2014 hingga Agustus 2014. Lokasi sumur berjarak sekitar 75 km dari garis pantai Bengkulu, di kedalaman laut 1000 meter.

Pengeboran perdana di sisi barat Pulau Sumatera tersebut merupakan tonggak sejarah penting bagi kegiatan eksplorasi migas di wilayah Bengkulu, mengingat sebelumnya sangat jarang ada kegiatan seperti ini. Sehingga untuk mengetahui potensi hidrokarbon di wilayah tersebut perlu kegiatan lanjutan berupa survei seismik 2D untuk mendapatkan data tambahan guna pemetaan yang lebih akurat, mendapatkan pemahaman regional yang lebih baik, serta untuk menentukan strategi eksplorasi selanjutnya.

TEPIM sendiri tidak meneruskan kegiatan survei seismik 2D di Blok Bengkulu 1 Mentawai karena kendala teknis operasional, termasuk mengikuti strategi eksplorasi global TOTAL Group, sehingga Wilayah Kerja Bengkulu-1 Mentawai dikembalikan kepada pemerintah Indonesia.(***)

(: Ben Gentolet, NP-01-002/2016)


Advertisements

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s